I.14506 · Manajemen Hipertermia
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.14506 (SIKI)
Manajemen Hipertermia (I.14506)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Hipertermia (I.14506)
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola peningkatan suhu tubuh akibat disfungsi termoregulasi.
1. Observasi (O)
- Identifikasi penyebab hipertermia (mis. dehidrasi, terpapar lingkungan panas, penggunaan inkubator, proses infeksi)
- Monitor suhu tubuh
- Monitor kadar elektrolit
- Monitor haluaran urin
- Monitor komplikasi akibat hipertermia
2. Terapeutik (T)
- Sediakan lingkungan yang dingin
- Longgarkan atau lepaskan pakaian
- Basahi dan kipasi permukaan tubuh
- Berikan cairan oral
- Ganti linen setiap hari atau lebih sering jika mengalami hiperhidrosis (keringat berlebih)
- Lakukan pendinginan eksternal (mis. selimut hipotermia atau kompres dingin/hangat pada dahi, leher, dada, abdomen, aksila)
- Hindari pemberian antipiretik atau aspirin (pada hipertermia non-infeksi/heat stroke atau aspirin pada anak)
- Berikan oksigen, jika perlu
3. Edukasi (E)
- Anjurkan tirah baring
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit intravena, jika perlu
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.