← Kembali ke daftar

D.0130 · Hipertermia

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
D.0130 (SDKI) L.14134 (SLKI) I.14506 (SIKI)

Hipertermia (D.0130)

Aktual · Lingkungan · Keamanan dan Proteksi

Definisi SDKI: Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal tubuh.

Penyebab / Faktor Risiko (SDKI)

  • Dehidrasi
  • Terpapar lingkungan panas
  • Proses penyakit (mis. infeksi, kanker)
  • Ketidaksesuaian pakaian dengan suhu lingkungan
  • Peningkatan laju metabolisme
  • Respon trauma
  • Aktivitas berlebihan
  • Penggunaan inkubator

Gejala & Tanda Mayor (SDKI)

Subjektif:
  • (Tidak tersedia)
Objektif:
  • Suhu tubuh di atas nilai normal

Gejala & Tanda Minor (SDKI)

Subjektif:
  • (Tidak tersedia)
Objektif:
  • Kulit merah
  • Kejang
  • Takikardia
  • Takipnea
  • Kulit terasa hangat

Luaran Keperawatan (SLKI): Termoregulasi (L.14134) · Ekspektasi: Membaik

Buka halaman luaran L.14134 →

Kriteria Hasil (Indikator SLKI)Arah target
Menggigil↓ Menurun
Kulit merah, kejang, akrosianosis, & konsumsi oksigen↓ Menurun
Piloereksi, vasokonstriksi perifer, & kutis memorata↓ Menurun
Pucat, takikardia, takipnea, & bradikardia↓ Menurun
Dasar kuku sianotik & hipoksia↓ Menurun
Suhu tubuh (36,5–37,5°C), suhu kulit, kadar glukosa darah, pengisian kapiler, ventilasi, & tekanan darah↗ Membaik
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Termoregulasi (L.14134) membaik, dengan kriteria hasil: Menggigil menurun, Kulit merah, kejang, akrosianosis, & konsumsi oksigen menurun, Piloereksi, vasokonstriksi perifer, & kutis memorata menurun, Pucat, takikardia, takipnea, & bradikardia menurun, Dasar kuku sianotik & hipoksia menurun, Suhu tubuh (36,5–37,5°C), suhu kulit, kadar glukosa darah, pengisian kapiler, ventilasi, & tekanan darah membaik.

Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Hipertermia (I.14506)

Buka halaman intervensi I.14506 →

Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola peningkatan suhu tubuh akibat disfungsi termoregulasi.

1. Observasi (O)
  • Identifikasi penyebab hipertermia (mis. dehidrasi, terpapar lingkungan panas, penggunaan inkubator, proses infeksi)
  • Monitor suhu tubuh
  • Monitor kadar elektrolit
  • Monitor haluaran urin
  • Monitor komplikasi akibat hipertermia
2. Terapeutik (T)
  • Sediakan lingkungan yang dingin
  • Longgarkan atau lepaskan pakaian
  • Basahi dan kipasi permukaan tubuh
  • Berikan cairan oral
  • Ganti linen setiap hari atau lebih sering jika mengalami hiperhidrosis (keringat berlebih)
  • Lakukan pendinginan eksternal (mis. selimut hipotermia atau kompres dingin/hangat pada dahi, leher, dada, abdomen, aksila)
  • Hindari pemberian antipiretik atau aspirin (pada hipertermia non-infeksi/heat stroke atau aspirin pada anak)
  • Berikan oksigen, jika perlu
3. Edukasi (E)
  • Anjurkan tirah baring
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit intravena, jika perlu

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi