I.07222 · Pemantauan Denyut Jantung Janin
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.07222 (SIKI)
Pemantauan Denyut Jantung Janin (I.07222)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Pemantauan Denyut Jantung Janin (I.07222)
Definisi SIKI: Mengumpulkan dan menganalisis data frekuensi, irama, dan variabilitas denyut jantung janin sebagai indikator status oksigenasi dan kesejahteraan janin.
1. Observasi (O)
- Identifikasi status obstetri, usia kehamilan, dan faktor risiko gawat janin
- Periksa posisi punggung janin (punggung kanan/punggung kiri) melalui palpasi Leopold II untuk menentukan titik auskultasi DJJ yang paling jelas (punctum maximum)
- Monitor frekuensi dasar DJJ selama 1 menit penuh (nilai normal 110–160 x/menit), keteraturan irama, serta pada pemantauan kardiotokografi (CTG) perhatikan variabilitas baseline, akselerasi, dan adanya deselerasi (dini, variabel, atau lambat)
- Bandingkan denyut jantung janin dengan denyut nadi radialis ibu untuk memastikan suara yang terdengar bukan pulsasi aorta/arteri uterina ibu
2. Terapeutik (T)
- Posisikan ibu telentang dengan bantal di bawah satu sisi panggul (semi-lateral) atau miring kiri untuk mencegah sindrom hipotensi telentang (supine hypotensive syndrome) akibat penekanan vena kava inferior oleh uterus
- Gunakan fetoskop Laennec (usia kehamilan ≥ 18–20 minggu), Doppler fetal (≥ 10–12 minggu), atau transduser CTG eksternal
- Jika ditemukan bradikardia janin (< 110 x/menit), takikardia (> 160 x/menit), atau deselerasi lambat/memanjang: lakukan resusitasi intrauterin segera (miringkan ibu ke kiri, berikan oksigen 8–10 L/menit, hentikan infus oksitosin bila sedang terpasang, dan guyur cairan kristaloid IV)
3. Edukasi (E)
- Jelaskan tujuan pemantauan dan informasikan hasil bunyi jantung janin kepada ibu dan pasangan
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi dengan dokter Sp.OG segera bila gambaran CTG patologis (Kategori II/III) atau ditemukan tanda gawat janin akut
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.