← Kembali ke daftar

D.0138 · Risiko Cedera Pada Janin

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
D.0138 (SDKI) L.14136 (SLKI) I.07222 (SIKI)

Risiko Cedera Pada Janin (D.0138)

Risiko · Lingkungan · Keamanan dan Proteksi

Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.

Luaran Keperawatan (SLKI): Tingkat Cedera (L.14136) · Ekspektasi: Menurun

Buka halaman luaran L.14136 →

Kriteria Hasil (Indikator SLKI)Arah target
Toleransi aktivitas & nafsu makan↑ Meningkat
Kejadian cedera, luka/lesi, & ketegangan otot↓ Menurun
Fraktur, perdarahan, & ekspresi wajah kesakitan↓ Menurun
Agitasi, iritabilitas, & gangguan mobilitas↓ Menurun
Gangguan kognitif↓ Menurun
Tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi napas, & pola istirahat/tidur↗ Membaik
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Tingkat Cedera (L.14136) menurun, dengan kriteria hasil: Toleransi aktivitas & nafsu makan meningkat, Kejadian cedera, luka/lesi, & ketegangan otot menurun, Fraktur, perdarahan, & ekspresi wajah kesakitan menurun, Agitasi, iritabilitas, & gangguan mobilitas menurun, Gangguan kognitif menurun, Tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi napas, & pola istirahat/tidur membaik.

Intervensi Keperawatan (SIKI): Pemantauan Denyut Jantung Janin (I.07222)

Buka halaman intervensi I.07222 →

Definisi SIKI: Mengumpulkan dan menganalisis data frekuensi, irama, dan variabilitas denyut jantung janin sebagai indikator status oksigenasi dan kesejahteraan janin.

1. Observasi (O)
  • Identifikasi status obstetri, usia kehamilan, dan faktor risiko gawat janin
  • Periksa posisi punggung janin (punggung kanan/punggung kiri) melalui palpasi Leopold II untuk menentukan titik auskultasi DJJ yang paling jelas (punctum maximum)
  • Monitor frekuensi dasar DJJ selama 1 menit penuh (nilai normal 110–160 x/menit), keteraturan irama, serta pada pemantauan kardiotokografi (CTG) perhatikan variabilitas baseline, akselerasi, dan adanya deselerasi (dini, variabel, atau lambat)
  • Bandingkan denyut jantung janin dengan denyut nadi radialis ibu untuk memastikan suara yang terdengar bukan pulsasi aorta/arteri uterina ibu
2. Terapeutik (T)
  • Posisikan ibu telentang dengan bantal di bawah satu sisi panggul (semi-lateral) atau miring kiri untuk mencegah sindrom hipotensi telentang (supine hypotensive syndrome) akibat penekanan vena kava inferior oleh uterus
  • Gunakan fetoskop Laennec (usia kehamilan ≥ 18–20 minggu), Doppler fetal (≥ 10–12 minggu), atau transduser CTG eksternal
  • Jika ditemukan bradikardia janin (< 110 x/menit), takikardia (> 160 x/menit), atau deselerasi lambat/memanjang: lakukan resusitasi intrauterin segera (miringkan ibu ke kiri, berikan oksigen 8–10 L/menit, hentikan infus oksitosin bila sedang terpasang, dan guyur cairan kristaloid IV)
3. Edukasi (E)
  • Jelaskan tujuan pemantauan dan informasikan hasil bunyi jantung janin kepada ibu dan pasangan
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi dengan dokter Sp.OG segera bila gambaran CTG patologis (Kategori II/III) atau ditemukan tanda gawat janin akut

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi