I.04145 · Kateterisasi Urin
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.04145 (SIKI)
Kateterisasi Urin (I.04145)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Kateterisasi Urin (I.04145)
Definisi SIKI: Memasukkan selang kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan urin.
1. Observasi (O)
- Periksa kondisi pasien (kesadaran, tanda-tanda vital, daerah perineal, distensi kandung kemih, inkontinensia urin, refleks berkemih)
- Identifikasi indikasi pemasangan kateter menetap (retensi urin akut, pemantauan produksi urin ketat pada pasien kritis, operasi urologi/panggul, luka tekan derajat III/IV di area sakrum pada pasien inkontinensia) serta kontraindikasi (trauma uretra: darah di meatus uretra, hematoma skrotum/perineum)
2. Terapeutik (T)
- Siapkan peralatan steril, ukuran kateter terkecil yang adekuat (14–16 Fr untuk dewasa), dan jaga privasi pasien
- Pasang sarung tangan bersih dan bersihkan daerah perineal/meatus uretra dengan cairan antiseptik/air sabun
- Ganti sarung tangan steril, pasang duk bolong steril, dan lumasi ujung kateter 2,5–5 cm (wanita) atau masukkan jeli anestesi ke uretra 15–17,5 cm (pria)
- Masukkan kateter secara lembut melalui meatus uretra hingga urin mengalir keluar, lalu majukan lagi 2–5 cm
- Kembangkan balon fiksasi menggunakan Aqua Bidest steril sesuai volume yang tertera pada kateter (jangan gunakan NaCl 0,9% karena dapat mengkristal), lalu tarik perlahan hingga terasa tahanan
- Sambungkan kateter ke kantong urin tertutup (urobag), fiksasi kateter di paha bagian dalam (wanita) atau perut bawah/paha atas (pria), dan gantung urobag lebih rendah dari kandung kemih tanpa menyentuh lantai
3. Edukasi (E)
- Jelaskan tujuan dan prosedur pemasangan kateter urin
- Anjurkan pasien menarik napas dalam dan rileks saat kateter dimasukkan untuk merelaksasikan sfingter uretra
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi dengan dokter bila ditemukan striktur atau tahanan keras saat insersi kateter (jangan dipaksakan)
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.