D.0147 · Risiko Perlambatan Pemulihan Pascabedah
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Pemulihan Pascabedah (L.14129) · Ekspektasi: Meningkat
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Kenyamanan, mobilitas, & kemampuan perawatan diri | ↑ Meningkat |
| Selera makan | ↑ Meningkat |
| Waktu penyembuhan & nyeri | ↓ Menurun |
| Kelelahan | ↓ Menurun |
| Area luka operasi, tanda vital, & fungsi berkemih/usus | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Pemulihan Pascabedah (L.14129) meningkat, dengan kriteria hasil: Kenyamanan, mobilitas, & kemampuan perawatan diri meningkat, Selera makan meningkat, Waktu penyembuhan & nyeri menurun, Kelelahan menurun, Area luka operasi, tanda vital, & fungsi berkemih/usus membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Perawatan Luka (I.14564)
Buka halaman intervensi I.14564 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan meningkatkan penyembuhan luka (luka akut, luka tekan/dekubitus, luka kaki diabetik/gangren) serta mencegah terjadinya komplikasi luka.
1. Observasi (O)
- Monitor karakteristik luka (mis. drainase, warna dasar luka merah/kuning/hitam, ukuran panjang-lebar-kedalaman, goa/undermining, dan bau)
- Monitor tanda-tanda infeksi
2. Terapeutik (T)
- Lepaskan balutan dan plester secara perlahan
- Cukur rambut di sekitar daerah luka, jika perlu
- Bersihkan dengan cairan NaCl 0,9% atau pembersih nontoksik, sesuai kebutuhan
- Bersihkan jaringan nekrotik (debridemen)
- Berikan salep yang sesuai ke kulit/lesi, jika perlu
- Pasang balutan sesuai jenis luka (prinsip Moist Wound Healing: hydrogel, hydrocolloid, foam, calcium alginate, silver/iodine dressing, atau Negative Pressure Wound Therapy / NPWT)
- Pertahankan teknik steril saat melakukan perawatan luka
- Ganti balutan sesuai jumlah eksudat dan drainase
- Jadwalkan perubahan posisi setiap 2 jam atau pembebasan beban tumpuan (offloading) pada luka tekan/kaki diabetik
- Berikan diet dengan kalori 30–35 kkal/kgBB/hari dan protein 1,25–1,5 g/kgBB/hari serta suplemen vitamin/mineral
3. Edukasi (E)
- Jelaskan tanda dan gejala infeksi
- Anjurkan mengonsumsi makanan tinggi kalori dan protein
- Ajarkan prosedur perawatan luka secara mandiri
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi prosedur debridemen (mis. enzimatik, biologis, mekanis, autolitik, atau bedah), jika perlu
- Kolaborasi pemberian antibiotik, jika perlu
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.