← Kembali ke daftar

D.0146 · Risiko Perilaku Kekerasan

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
D.0146 (SDKI) L.09077 (SLKI) I.14544 (SIKI)

Risiko Perilaku Kekerasan (D.0146)

Risiko · Lingkungan · Keamanan dan Proteksi

Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.

Luaran Keperawatan (SLKI): Kontrol Diri (L.09077) · Ekspektasi: Meningkat

Buka halaman luaran L.09077 →

Kriteria Hasil (Indikator SLKI)Arah target
Verbalisasi ancaman kepada orang lain↓ Menurun
Verbalisasi umpatan & perilaku menyerang↓ Menurun
Perilaku melukai diri sendiri/orang lain & merusak lingkungan↓ Menurun
Perilaku agresif/amuk, suara keras, & bicara ketus↓ Menurun
Verbalisasi keinginan bunuh diri & percobaan bunuh diri↓ Menurun
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Kontrol Diri (L.09077) meningkat, dengan kriteria hasil: Verbalisasi ancaman kepada orang lain menurun, Verbalisasi umpatan & perilaku menyerang menurun, Perilaku melukai diri sendiri/orang lain & merusak lingkungan menurun, Perilaku agresif/amuk, suara keras, & bicara ketus menurun, Verbalisasi keinginan bunuh diri & percobaan bunuh diri menurun.

Intervensi Keperawatan (SIKI): Pencegahan Perilaku Kekerasan (I.14544)

Buka halaman intervensi I.14544 →

Definisi SIKI: Meminimalkan risiko perilaku menyerang pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungan.

1. Observasi (O)
  • Monitor adanya benda yang berpotensi membahayakan (mis. benda tajam, tali)
  • Monitor keamanan barang yang dibawa oleh pengunjung
  • Monitor selama penggunaan barang yang dapat membahayakan (mis. pisau cukur)
  • Monitor tanda-tanda agitasi, kemarahan, atau dorongan melukai diri sendiri (mutilasi diri)
2. Terapeutik (T)
  • Pertahankan lingkungan bebas dari bahaya secara rutin
  • Lakukan pendekatan de-eskalasi yang tenang dengan menjaga jarak aman
  • Bantu pasien menyalurkan energi marah secara konstruktif
  • Libatkan keluarga dalam perawatan pasien
3. Edukasi (E)
  • Anjurkan pengunjung dan keluarga untuk mendukung keselamatan pasien
  • Latih cara mengungkapkan perasaan secara asertif
  • Latih untuk meredakan kemarahan secara verbal dan perilaku (mis. relaksasi napas dalam, memukul bantal, ibadah)
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi pemberian medikasi psikofarmaka untuk mengendalikan agitasi akut, jika perlu

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi