D.0137 · Risiko Cedera Pada Ibu
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Tingkat Cedera (L.14136) · Ekspektasi: Menurun
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Toleransi aktivitas & nafsu makan | ↑ Meningkat |
| Kejadian cedera, luka/lesi, & ketegangan otot | ↓ Menurun |
| Fraktur, perdarahan, & ekspresi wajah kesakitan | ↓ Menurun |
| Agitasi, iritabilitas, & gangguan mobilitas | ↓ Menurun |
| Gangguan kognitif | ↓ Menurun |
| Tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi napas, & pola istirahat/tidur | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Tingkat Cedera (L.14136) menurun, dengan kriteria hasil: Toleransi aktivitas & nafsu makan meningkat, Kejadian cedera, luka/lesi, & ketegangan otot menurun, Fraktur, perdarahan, & ekspresi wajah kesakitan menurun, Agitasi, iritabilitas, & gangguan mobilitas menurun, Gangguan kognitif menurun, Tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi napas, & pola istirahat/tidur membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Perawatan Kehamilan Risiko Tinggi (I.07224)
Buka halaman intervensi I.07224 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola ibu hamil dengan komplikasi medis atau obstetri (mis. preeklamsia, diabetes gestasional, plasenta previa, ancaman persalinan prematur, penyakit jantung) untuk mencegah morbiditas serta mortalitas maternal-perinatal.
1. Observasi (O)
- Identifikasi faktor risiko spesifik dan patofisiologi penyulit kehamilan yang dialami ibu
- Monitor tanda-tanda vital secara ketat (terutama tekanan darah, frekuensi napas, dan refleks patella pada preeklamsia; atau glukosa darah pada diabetes gestasional)
- Monitor tanda bahaya spesifik (nyeri kepala frontal, gangguan penglihatan, nyeri epigastrium/kuadran kanan atas, oliguria, kontraksi prematur, atau perdarahan)
- Monitor kesejahteraan janin secara intensif (DJJ, NST/CTG berkala, gerakan janin, dan biometri USG/Doppler velocimetry)
- Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (protein urin, trombosit, SGOT/SGPT, LDH, ureum/kreatinin untuk deteksi sindrom HELLP; HbA1c, Hb)
2. Terapeutik (T)
- Fasilitasi istirahat/tirah baring miring kiri untuk meningkatkan perfusi ginjal dan uteroplasenta
- Pasang akses intravena dan kateter urin menetap bila diperlukan pemantauan balans cairan ketat (mis. pada preeklamsia berat atau penyakit jantung dalam kehamilan)
- Siapkan protokol kegawatdaruratan (kotak PEE berisi MgSO4 dan antidotum Kalsium Glukonas) di dekat ruang perawatan
- Berikan dukungan emosional untuk menurunkan kecemasan ibu terhadap keselamatan bayinya
3. Edukasi (E)
- Jelaskan kondisi komplikasi kehamilan, tujuan pembatasan aktivitas, diet khusus (mis. diet DM gestasional atau tinggi protein), dan tanda yang harus segera dilaporkan
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi multidisiplin bersama dokter Sp.OG (fetomaternal), penyakit dalam/kardiologi, anestesi, dan neonatologi (NICU) untuk penentuan waktu dan metode terminasi kehamilan yang paling aman
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.