D.0068 · Risiko Konfusi Akut
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Tingkat Konfusi (L.06054) · Ekspektasi: Menurun
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Fungsi kognitif, tingkat kesadaran, & aktivitas psikomotorik | ↑ Meningkat |
| Motivasi memulai/menyelesaikan perilaku terarah | ↑ Meningkat |
| Memori jangka pendek & jangka panjang | ↑ Meningkat |
| Halusinasi & gelisah | ↓ Menurun |
| Persepsi & interpretasi | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Tingkat Konfusi (L.06054) menurun, dengan kriteria hasil: Fungsi kognitif, tingkat kesadaran, & aktivitas psikomotorik meningkat, Motivasi memulai/menyelesaikan perilaku terarah meningkat, Memori jangka pendek & jangka panjang meningkat, Halusinasi & gelisah menurun, Persepsi & interpretasi membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Delirium (I.06189)
Buka halaman intervensi I.06189 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola kondisi kebingungan akut dan fluktuatif yang disertai gangguan perhatian serta kesadaran.
1. Observasi (O)
- Identifikasi faktor penyebab delirium (hipoksia, infeksi/ISK/pneumonia, ketidakseimbangan elektrolit, hipoglikemia, efek obat antikolinergik/sedatif, nyeri akut, retensi urin/konstipasi, putus zat/alkohol)
- Monitor status neurologis dan kehadiran delirium menggunakan instrumen terstandar (mis. CAM / Confusion Assessment Method atau CAM-ICU) setiap shift
- Monitor risiko cedera jatuh atau pencabutan alat medis secara tidak sengaja
2. Terapeutik (T)
- Berikan lingkungan yang tenang, pencahayaan alami di siang hari dan lampu tidur redup di malam hari untuk memulihkan irama sirkadian
- Perkenalkan diri dan panggil nama pasien setiap kali berinteraksi serta berikan orientasi waktu, tempat, dan situasi secara berulang
- Pastikan pasien menggunakan alat bantu sensorik miliknya (kacamata dan alat bantu dengar)
- Hadirkan anggota keluarga yang dikenal untuk menenangkan pasien dan letakkan jam dinding serta kalender yang mudah terlihat
- Hindari penggunaan pengikatan fisik (restrain) sebisa mungkin karena dapat memperburuk agitasi delirium
3. Edukasi (E)
- Jelaskan kepada keluarga bahwa kebingungan pasien bersifat akut akibat kondisi medisnya dan cara berkomunikasi dengan kalimat pendek serta jelas
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi penanganan kausa medis pemicu, penghentian obat pemicu delirium, dan pemberian antipsikotik dosis rendah (mis. haloperidol) hanya pada agitasi berat yang membahayakan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.