D.0014 · Risiko Perfusi Miokard Tidak Efektif
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Perfusi Miokard (L.02012) · Ekspektasi: Meningkat
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Kekuatan nadi & fraksi ejeksi | ↑ Meningkat |
| Nyeri dada & diaforesis | ↓ Menurun |
| Mual & muntah | ↓ Menurun |
| Arteri rata-rata / MAP | ↗ Membaik |
| Takikardia, bradikardia, & denyut nadi radial | ↗ Membaik |
| Tekanan darah & cardiac index | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Perfusi Miokard (L.02012) meningkat, dengan kriteria hasil: Kekuatan nadi & fraksi ejeksi meningkat, Nyeri dada & diaforesis menurun, Mual & muntah menurun, Arteri rata-rata / MAP membaik, Takikardia, bradikardia, & denyut nadi radial membaik, Tekanan darah & cardiac index membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Perawatan Jantung Akut (I.02076)
Buka halaman intervensi I.02076 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola pasien yang baru mengalami episode ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan oksigen miokard.
1. Observasi (O)
- Identifikasi karakteristik nyeri dada (faktor pemicu dan pereda, kualitas, lokasi, radiasi, skala, durasi, dan frekuensi)
- Monitor EKG 12 sadapan untuk perubahan ST dan T serta monitor aritmia
- Monitor elektrolit yang dapat meningkatkan risiko aritmia (kalium, magnesium serum)
- Monitor enzim jantung (CK, CK-MB, Troponin T, Troponin I) dan saturasi oksigen
2. Terapeutik (T)
- Pertahankan tirah baring minimal 12 jam dan pasang akses intravena
- Puasakan hingga bebas nyeri
- Berikan terapi relaksasi untuk mengurangi ansietas dan nyeri
- Sediakan lingkungan yang kondusif untuk beristirahat dan pemulihan
- Siapkan menjalani intervensi koroner perkutan (PCI), jika perlu
3. Edukasi (E)
- Anjurkan segera melaporkan nyeri dada
- Anjurkan menghindari manuver Valsava (mengedan saat BAB atau batuk)
- Jelaskan tindakan yang dijalani pasien dan ajarkan teknik menurunkan kecemasan
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian antiplatelet, antiangina (nitrogliserin), morfin, penyekat beta, ACE inhibitor, antikoagulan, atau trombolitik, sesuai indikasi
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.