L.14135 · Termoregulasi Neonatus
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
L.14135 (SLKI)
Termoregulasi Neonatus (L.14135)
Luaran Keperawatan (SLKI): Termoregulasi Neonatus (L.14135) · Ekspektasi: Membaik
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Menggigil, letargi, & gelisah | ↓ Menurun |
| Kutis memorata, akrosianosis, & takipnea | ↓ Menurun |
| Dasar kuku sianotik | ↓ Menurun |
| Suhu tubuh (36,5–37,5°C) & suhu kulit | ↗ Membaik |
| Frekuensi nadi, pengisian kapiler, ventilasi, & glukosa darah | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Termoregulasi Neonatus (L.14135) membaik, dengan kriteria hasil: Menggigil, letargi, & gelisah menurun, Kutis memorata, akrosianosis, & takipnea menurun, Dasar kuku sianotik menurun, Suhu tubuh (36,5–37,5°C) & suhu kulit membaik, Frekuensi nadi, pengisian kapiler, ventilasi, & glukosa darah membaik.
Luaran utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.