L.06050 · Kontrol Kejang
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
L.06050 (SLKI)
Kontrol Kejang (L.06050)
Luaran Keperawatan (SLKI): Kontrol Kejang (L.06050) · Ekspektasi: Meningkat
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Kemampuan mengidentifikasi faktor pemicu kejang | ↑ Meningkat |
| Kepatuhan minum obat antikonvulsan | ↑ Meningkat |
| Tindakan pencegahan cedera saat kejang | ↑ Meningkat |
| Frekuensi kejang | ↓ Menurun |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Kontrol Kejang (L.06050) meningkat, dengan kriteria hasil: Kemampuan mengidentifikasi faktor pemicu kejang meningkat, Kepatuhan minum obat antikonvulsan meningkat, Tindakan pencegahan cedera saat kejang meningkat, Frekuensi kejang menurun.
Luaran utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.