I.14545 · Pencegahan Syok Anafilaktik
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.14545 (SIKI)
Pencegahan Syok Anafilaktik (I.14545)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Pencegahan Syok Anafilaktik (I.14545)
Definisi SIKI: Mengidentifikasi faktor risiko hipersensitivitas tipe cepat dan menerapkan langkah pencegahan untuk menghindari kolaps kardiorespirasi.
1. Observasi (O)
- Identifikasi riwayat anafilaksis sebelumnya, asma, dan alergi obat/makanan/antisera/kontras
- Monitor tanda-tanda vital dan gejala prodromal alergi (gatal, panas di telapak tangan, urtikaria, suara serak, sesak) selama dan 30 menit sesudah pemberian obat parenteral
2. Terapeutik (T)
- Jangan pernah memberikan kembali obat dari golongan yang memicu alergi berat sebelumnya
- Lakukan uji kulit (skin test) sebelum pemberian antibiotik injeksi atau antisera
- Pastikan Kit Anafilaksis (Epinefrin 1:1.000, antihistamin, kortikosteroid, NaCl 0,9%, dan alat jalan napas) selalu siap pakai di ruang tindakan
3. Edukasi (E)
- Ajarkan pasien untuk selalu mengenakan gelang/kartu peringatan alergi medis dan menghindari alergen pemicu secara mutlak
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian premedikasi profilaksis atau desensitisasi bersama dokter
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.