I.14523 · Manajemen Sengatan/Gigitan Hewan
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.14523 (SIKI)
Manajemen Sengatan/Gigitan Hewan (I.14523)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Sengatan/Gigitan Hewan (I.14523)
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola luka serta efek toksin akibat gigitan atau sengatan hewan berbisa/penular rabies.
1. Observasi (O)
- Identifikasi jenis hewan (ular berbisa, lebah, ubur-ubur, atau anjing/kucing penular rabies), waktu kejadian, dan gejala lokal maupun sistemik (neurotoksik/hemotoksik)
- Monitor tanda vital, perluasan edema, dan koagulasi darah
2. Terapeutik (T)
- Pada Gigitan Ular: tenangkan pasien, imobilisasikan ekstremitas dengan bidai sejajar jantung, lepaskan cincin/gelang, tandai batas bengkak, dan dilarang menyayat/menghisap luka atau memasang torniket arteri
- Pada Gigitan Hewan Penular Rabies: cuci luka segera dengan sabun di bawah air mengalir selama 15 menit penuh lalu beri antiseptik
3. Edukasi (E)
- Jelaskan alasan imobilisasi ekstremitas yang tergigit ular kepada pasien dan keluarga
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian Serum Anti Bisa Ular (SABU), Vaksin/Serum Anti Rabies (VAR/SAR), dan profilaksis Tetanus bersama dokter
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.