← Kembali ke daftar

I.14504 · Induksi Hipotermia

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.14504 (SIKI)

Induksi Hipotermia (I.14504)

Keamanan dan Proteksi

Intervensi Keperawatan (SIKI): Induksi Hipotermia (I.14504)

Definisi SIKI: Menurunkan dan mempertahankan suhu inti tubuh pasien secara terkontrol pada rentang hipotermia terapeutik (32°C–36°C) untuk melindungi fungsi otak (mis. pasca henti jantung / ROSC atau asfiksia neonatus / HIE).

1. Observasi (O)
  • Identifikasi indikasi klinis induksi hipotermia terapeutik dan pastikan tidak ada kontraindikasi
  • Monitor suhu inti tubuh secara kontinu (probe esofagus, kateter urin bertermistor, atau rektal)
  • Monitor tanda-tanda vital, irama EKG, nilai AGD, elektrolit (terutama kalium), glukosa darah, dan koagulasi
  • Monitor munculnya respons menggigil (shivering) dan integritas kulit setiap 2 jam
2. Terapeutik (T)
  • Gunakan selimut/matras pendingin otomatis (servo-controlled cooling blanket), bantalan gel pendingin, atau cairan IV dingin sesuai protokol
  • Pertahankan suhu inti stabil pada target 32°C–36°C selama 24 jam (atau 72 jam pada neonatus HIE pada suhu 33,5°C)
  • Lakukan penghangatan kembali (rewarming) secara sangat perlahan dan terkontrol (0,25°C–0,5°C per jam) hingga mencapai normotermia
3. Edukasi (E)
  • Jelaskan kepada keluarga tujuan pendinginan tubuh pasien sebagai terapi pelindung otak
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi pemberian sedasi, analgesik, atau pelumpuh otot untuk menekan refleks menggigil bersama dokter intensivist/neonatologi

Intervensi utama pada diagnosis SDKI:

  • Belum ditautkan

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi