I.12414 · Edukasi Pengukuran Suhu Tubuh
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.12414 (SIKI)
Edukasi Pengukuran Suhu Tubuh (I.12414)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Edukasi Pengukuran Suhu Tubuh (I.12414)
Definisi SIKI: Memberikan informasi dan melatih penggunaan termometer secara tepat untuk memantau suhu tubuh pasien.
1. Observasi (O)
- Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
- Periksa jenis termometer yang dimiliki pasien/keluarga (termometer digital aksila/oral, termometer timpani/telinga, atau termometer inframerah dahi)
2. Terapeutik (T)
- Sediakan termometer digital dan demonstrasikan cara pemakaian serta cara membersihkannya
- Bimbing keluarga mempraktikkan pengukuran suhu tubuh secara langsung
3. Edukasi (E)
- Jelaskan rentang suhu tubuh normal (36,5°C – 37,5°C), kategori hipotermia (< 36,0°C), subfebris (37,6°C – 37,9°C), demam/febris (≥ 38,0°C), dan hiperpireksia (> 40,0°C)
- Anjurkan tidak lagi menggunakan termometer air raksa (merkuri) karena risiko pecah dan bahaya keracunan uap merkuri
- Ajarkan prosedur pengukuran suhu di ketiak (aksila) menggunakan termometer digital: pastikan ketiak kering dari keringat, letakkan ujung sensor tepat di tengah lipatan ketiak dengan lengan mendekap rapat ke dada, tunggu hingga termometer berbunyi ("bip"), lalu baca angkanya
- Jika mengukur suhu di mulut (oral): tunggu minimal 15–30 menit setelah pasien makan/minum panas atau dingin, dan jangan gunakan metode oral pada bayi/anak kecil, pasien kejang, atau pasien tidak sadar
- Ajarkan cara membersihkan ujung termometer dengan kapas alkohol 70% sebelum dan sesudah digunakan serta cara mencatat grafik suhu untuk memantau respons obat penurun panas
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian antipiretik dan evaluasi medis bila demam berlangsung > 3 hari atau disertai tanda bahaya
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.