← Kembali ke daftar

I.10341 · Perawatan Neonatus

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.10341 (SIKI)

Perawatan Neonatus (I.10341)

Pertumbuhan dan Perkembangan

Intervensi Keperawatan (SIKI): Perawatan Neonatus (I.10341)

Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola adaptasi fisiologis kehidupan ekstrauterin pada bayi baru lahir (usia 0–28 hari) untuk mencegah hipotermia, hipoglikemia, infeksi, dan komplikasi neonatal.

1. Observasi (O)
  • Identifikasi kondisi awal bayi baru lahir menggunakan skor APGAR pada menit ke-1 dan ke-5 serta skor Downes bila terdapat gangguan napas
  • Monitor tanda-tanda vital neonatus (suhu aksila 36,5–37,5°C, frekuensi jantung 120–160 x/menit, frekuensi napas 40–60 x/menit), warna kulit (merah muda vs sianosis/ikterus), dan tonus otot
  • Monitor pengeluaran mekonium pertama dan urin pertama dalam 24 jam pertama kelahiran
  • Monitor kondisi tali pusat terhadap perdarahan atau tanda infeksi (omfalitis: kemerahan meluas ke kulit perut, bengkak, bernanah, atau berbau busuk)
2. Terapeutik (T)
  • Jaga kehangatan tubuh neonatus segera setelah lahir (keringkan tubuh, lakukan IMD kulit-ke-kulit, pakaikan topi, dan tunda memandikan bayi minimal 6–24 jam pertama hingga suhu stabil)
  • Lakukan pengukuran antropometri lengkap (berat badan, panjang badan, lingkar kepala, lingkar dada) dan pemeriksaan fisik head-to-toe untuk mendeteksi kelainan kongenital (atresia ani, celah bibir/langit-langit, spina bifida)
  • Lakukan perawatan tali pusat secara terbuka, bersih, dan kering (jangan membubuhkan ramuan, bedak, atau koin pada tali pusat)
  • Lakukan perawatan mata profilaksis (salep mata eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1%) untuk mencegah oftalmia neonatorum
  • Berikan injeksi Vitamin K1 (Phytomenadione 1 mg IM di paha kiri anterolateral) untuk mencegah perdarahan akibat defisiensi vitamin K (PDVK)
3. Edukasi (E)
  • Ajarkan ibu dan keluarga cara menjaga kehangatan bayi, perawatan tali pusat, menyusui on-demand setiap 2–3 jam, dan jadwal Kunjungan Neonatal (KN1: 6–48 jam; KN2: hari ke 3–7; KN3: hari ke 8–28)
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi pemberian imunisasi Hepatitis B-0 (di paha kanan, 1–2 jam setelah injeksi Vitamin K1) dan pengambilan sampel darah tumit untuk Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada usia 48–72 jam

Intervensi utama pada diagnosis SDKI:

  • Belum ditautkan

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi