← Kembali ke daftar

I.10337 · Perawatan Kanguru

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.10337 (SIKI)

Perawatan Kanguru (I.10337)

Pertumbuhan dan Perkembangan

Intervensi Keperawatan (SIKI): Perawatan Kanguru (I.10337)

Definisi SIKI: Memfasilitasi kontak kulit-ke-kulit (skin-to-skin contact) secara dini, terus-menerus, dan berkepanjangan antara ibu (atau ayah) dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) / prematur untuk menjaga stabilitas suhu tubuh, pernapasan, pemberian ASI, dan ikatan kasih sayang.

1. Observasi (O)
  • Identifikasi kesiapan klinis bayi (tanda vital stabil tanpa distres napas berat) dan kesiapan fisik serta emosional ibu/ayah untuk melakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK / Kangaroo Mother Care)
  • Monitor suhu tubuh bayi, frekuensi jantung, frekuensi napas, saturasi oksigen, dan warna kulit bayi sebelum, selama, dan sesudah PMK
  • Monitor posisi kepala dan kepatenan jalan napas bayi di dalam gendongan kanguru
2. Terapeutik (T)
  • Pastikan ibu/ayah telah mandi/membersihkan area dada dan tidak menggunakan pakaian dalam bagian atas
  • Lepaskan pakaian bayi kecuali popok, topi hangat, dan kaus kaki
  • Letakkan bayi dengan posisi vertikal tegak di dada ibu (di antara kedua payudara) sehingga kulit dada bayi menempel langsung pada kulit dada ibu
  • Posisikan kedua tungkai dan lengan bayi dalam keadaan fleksi seperti posisi katak (frog position), dan miringkan kepala bayi ke satu sisi dengan leher sedikit ekstensi agar jalan napas terbuka dan terjadi kontak mata antara ibu dan bayi
  • Fiksasi tubuh bayi menggunakan kain gendongan/baju kanguru yang menopang hingga batas bawah telinga bayi dengan aman (tidak terlalu longgar dan tidak terlalu menekan perut)
  • Anjurkan ibu tidur dengan posisi setengah duduk (kemiringan 30–45 derajat) menggunakan sanggaan beberapa bantal saat melakukan PMK kontinu
3. Edukasi (E)
  • Jelaskan manfaat PMK (mencegah hipotermia lebih efektif dari inkubator, menstabilkan detak jantung dan napas bayi, meningkatkan produksi ASI, mempercepat kenaikan berat badan, dan memperpendek lama rawat)
  • Ajarkan ibu cara menyusui bayi langsung dari dalam posisi kanguru dan tanda bahaya yang harus diawasi
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi dengan dokter spesialis anak/neonatologi untuk penentuan PMK intermiten atau PMK kontinu hingga berat badan bayi mencapai ≥ 2.500 gram

Intervensi utama pada diagnosis SDKI:

  • Belum ditautkan

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi