I.09288 · Manajemen Halusinasi
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.09288 (SIKI)
Manajemen Halusinasi (I.09288)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Halusinasi (I.09288)
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola peningkatan keamanan, kenyamanan, dan orientasi realitas pada pasien yang mengalami persepsi sensorik palsu tanpa adanya stimulus eksternal nyata (halusinasi pendengaran, penglihatan, penghidu, pengecapan, atau perabaan).
1. Observasi (O)
- Monitor perilaku yang mengindikasikan halusinasi (bicara atau tertawa sendiri, mata melirik ke satu arah, tampak mendengarkan sesuatu, menutup telinga, atau mundur ketakutan)
- Monitor dan sesuaikan tingkat aktivitas dan stimulasi lingkungan
- Monitor isi halusinasi (terutama waspadai command hallucination / bisikan yang memerintahkan untuk melakukan kekerasan atau bunuh diri)
2. Terapeutik (T)
- Pertahankan lingkungan yang aman dan jauhkan benda berbahaya
- Lakukan tindakan keselamatan ketika tidak dapat mengontrol perilaku (mis. limit setting, pembatasan wilayah, pengekangan fisik, seklusi)
- Diskusikan perasaan dan respons terhadap halusinasi (tanyakan isi, waktu munculnya, frekuensi, situasi pencetus seperti saat sendirian/melamun, dan perasaan pasien saat halusinasi muncul)
- Hindari perdebatan tentang validitas halusinasi (katakan: "Saya percaya Anda mendengar suara itu, tetapi saya sendiri tidak mendengarnya")
3. Edukasi (E)
- Anjurkan memonitor sendiri terjadinya halusinasi
- Anjurkan berbicara dengan orang yang dipercaya untuk memberi dukungan dan umpan balik korektif terhadap halusinasi
- Ajarkan pasien 4 cara mengontrol halusinasi secara bertahap: (1) Menghardik halusinasi ("Pergi kamu! Kamu suara palsu, tidak nyata!"), (2) Patuh minum obat secara teratur, (3) Bercakap-cakap dengan orang lain saat suara mulai terdengar, (4) Melakukan aktivitas terjadwal agar tidak melamun
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian obat antipsikotik dan antiansietas, jika perlu
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.