← Kembali ke daftar

I.09286 · Manajemen Putus Zat

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.09286 (SIKI)

Manajemen Putus Zat (I.09286)

Integritas Ego

Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Putus Zat (I.09286)

Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola gejala fisik serta psikologis akibat penghentian atau penurunan mendadak penggunaan zat adiktif (alkohol, opioid, benzodiazepin, amfetamin, atau nikotin).

1. Observasi (O)
  • Identifikasi jenis zat yang digunakan, dosis terakhir, waktu penggunaan terakhir, dan durasi ketergantungan
  • Monitor tingkat keparahan gejala putus zat menggunakan instrumen terstandar (mis. CIWA-Ar untuk putus alkohol; COWS untuk putus opioid)
  • Monitor tanda-tanda vital secara ketat (waspadai takikardia, hipertensi, diaforesis, demam, tremor tangan)
  • Monitor tanda bahaya Delirium Tremens (pada 48–72 jam pasca putus alkohol: kebingungan berat, agitasi, halusinasi visual/taktil seperti melihat serangga merayap, kejang umum, dan instabilitas otonom)
2. Terapeutik (T)
  • Ciptakan lingkungan yang tenang, aman, dan rendah stimulus
  • Terapkan kewaspadaan kejang, risiko jatuh, dan pencegahan bunuh diri
  • Penuhi kebutuhan cairan, elektrolit, dan nutrisi untuk mengatasi dehidrasi serta malnutrisi
  • Berikan perawatan suportif sesuai gejala (kompres hangat untuk nyeri otot/kram perut pada putus opioid, ganti pakaian yang basah oleh keringat dingin)
  • Lakukan pemeriksaan kamar dan barang bawaan secara berkala untuk memastikan tidak ada penyelundupan zat terlarang
3. Edukasi (E)
  • Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa gejala putus zat bersifat sementara dan dapat diatasi secara medis
  • Informasikan pentingnya melanjutkan program rehabilitasi pasca fase detoksifikasi
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi pemberian terapi substitusi/detoksifikasi medis (mis. benzodiazepin tapering dan tiamin/vitamin B1 dosis tinggi IV untuk mencegah ensefalopati Wernicke pada putus alkohol; metadon atau buprenorfin serta klonidin pada putus opioid)

Intervensi utama pada diagnosis SDKI:

  • Belum ditautkan

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi