I.08256 · Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS)
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.08256 (SIKI)
Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) (I.08256)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) (I.08256)
Definisi SIKI: Memberikan arus listrik bervoltase rendah melalui elektroda yang ditempelkan di permukaan kulit untuk menstimulasi saraf sensorik dan memblokir transmisi sinyal nyeri.
1. Observasi (O)
- Identifikasi lokasi nyeri dan pastikan tidak ada kontraindikasi pemasangan TENS (pasien pengguna alat pacu jantung/pacemaker atau ICD, area sinus karotis/leher depan, area abdomen/panggul ibu hamil, kulit yang luka/iritasi/kebas, atau riwayat epilepsi bila dipasang di area kepala/leher)
- Periksa fungsi unit TENS, daya baterai, keutuhan kabel, dan kelembapan gel pada bantalan elektroda
- Monitor respons penurunan nyeri dan kondisi kulit di bawah elektroda setelah terapi
2. Terapeutik (T)
- Bersihkan kulit area pemasangan dengan air dan sabun atau alkohol swab, lalu biarkan kering sempurna
- Tempelkan 2 atau 4 bantalan elektroda (electrode pads) mengelilingi area nyeri, di sepanjang jalur saraf/dermatom terkait, atau di titik akupresur dengan jarak antar elektroda minimal 2,5–5 cm
- Pastikan unit TENS dalam keadaan mati (OFF) saat menyambungkan kabel ke elektroda
- Nyalakan alat dan naikkan intensitas arus (mA) secara perlahan sambil bertanya kepada pasien hingga pasien merasakan sensasi kesemutan/getaran yang kuat namun nyaman dan tidak menimbulkan nyeri atau kontraksi otot
- Berikan terapi sesuai durasi yang diprogramkan (umumnya 20–45 menit), lalu matikan alat terlebih dahulu sebelum melepas elektroda dari kulit
3. Edukasi (E)
- Jelaskan bahwa TENS bekerja menghasilkan sensasi kesemutan yang menutup jalur nyeri ke otak
- Anjurkan pasien segera memberi tahu perawat bila sensasi kesemutan berubah menjadi rasa menyengat atau terbakar
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi dengan dokter rehabilitasi medik dan fisioterapis untuk pengaturan frekuensi (Hz) dan lebar pulsa (µs) yang optimal
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.