I.08237 · Manajemen Efek Samping Obat
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.08237 (SIKI)
Manajemen Efek Samping Obat (I.08237)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Efek Samping Obat (I.08237)
Definisi SIKI: Mengidentifikasi, mencegah, dan mengelola dampak tidak diinginkan atau ketidaknyamanan yang timbul akibat penggunaan terapi farmakologis (mis. mual, konstipasi, kantuk, mulut kering, gatal, atau flebitis).
1. Observasi (O)
- Identifikasi daftar seluruh obat yang dikonsumsi pasien (termasuk obat resep, obat bebas, dan suplemen herbal)
- Monitor tanda dan gejala efek samping spesifik sesuai golongan obat (mis. depresi napas, sedasi, konstipasi, dan pruritus pada opioid; iritasi lambung dan perdarahan pada NSAID; mual, mukositis, dan alopesia pada kemoterapi; hipotensi ortostatik pada antihipertensi)
- Monitor hasil laboratorium fungsi organ pemetabolisme dan ekskresi obat (SGOT/SGPT, ureum, kreatinin)
2. Terapeutik (T)
- Berikan obat sesuai waktu yang tepat terhadap makanan (mis. berikan NSAID/kortikosteroid sesudah makan untuk mengurangi nyeri lambung)
- Lakukan tindakan keperawatan suportif untuk meredakan ketidaknyamanan (mis. keping es/perawatan mulut untuk mulut kering/xerostomia, diet tinggi serat untuk konstipasi akibat opioid, perubahan posisi bertahap untuk pusing ortostatik)
- Hentikan pemberian obat segera dan pertahankan akses IV bila muncul reaksi hipersensitivitas/alergi akut (ruam urtikaria luas, angioedema, mengi, hipotensi)
3. Edukasi (E)
- Jelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai efek samping obat yang bersifat ringan dan dapat ditoleransi vs tanda bahaya yang harus segera dilaporkan
- Anjurkan pasien tidak menghentikan atau mengubah dosis obat secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi dengan dokter dan apoteker klinis untuk penyesuaian dosis, penggantian jenis obat, atau pemberian terapi profilaksis efek samping (mis. antiemetik, pelindung mukosa lambung, laksatif)
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.