I.08234 · Kompres Dingin
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.08234 (SIKI)
Kompres Dingin (I.08234)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Kompres Dingin (I.08234)
Definisi SIKI: Memberikan stimulasi suhu dingin pada area tubuh lokal untuk menyebabkan vasokonstriksi, mengurangi edema, memperlambat konduksi impuls nyeri, dan mengendalikan perdarahan superfisial.
1. Observasi (O)
- Identifikasi indikasi kompres dingin (cedera muskuloskeletal akut/keseleo dalam 24–48 jam pertama, nyeri pasca pencabutan gigi/episiotomi baru, memar/hematoma, nyeri kepala migrain) dan kontraindikasi (iskemia arteri/penyakit Raynaud, neuropati/area kebas, luka terbuka luas, hipersensitivitas dingin)
- Periksa kondisi kulit sebelum, setiap 5 menit selama tindakan, dan setelah kompres dingin (waspadai kulit pucat ekstrem, bercak kebiruan/mottling, atau frostbite/cedera beku)
- Monitor respons penurunan nyeri dan pembengkakan
2. Terapeutik (T)
- Pilih metode kompres dingin yang sesuai (kantung es/ice pack, cold gel pack, atau waslap yang direndam air es)
- Bungkus kantung es atau cold pack dengan handuk/kain bersih (jangan pernah menempelkan es batu atau gel beku langsung ke permukaan kulit tanpa pelapis)
- Aplikasikan kompres dingin pada area yang sakit selama 15–20 menit (jangan melebihi 20 menit dalam satu sesi karena dapat memicu vasodilatasi refleks / fenomena hunting dan kerusakan jaringan)
- Hentikan kompres segera bila pasien mengeluh kulit terasa terbakar atau mati rasa total
3. Edukasi (E)
- Jelaskan tahapan sensasi normal saat kompres dingin (dingin, sedikit pegal/nyeri, hangat, lalu kebas ringan) dan instruksikan untuk tidak berbaring menindih kantung es
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi kombinasi terapi RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) pada cedera jaringan lunak akut
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.