I.07225 · Perawatan Pascapersalinan
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.07225 (SIKI)
Perawatan Pascapersalinan (I.07225)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Perawatan Pascapersalinan (I.07225)
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola pemulihan fisiologis serta adaptasi psikologis ibu selama masa nifas (6 jam hingga 42 hari pascapersalinan).
1. Observasi (O)
- Monitor tanda-tanda vital (waspadai peningkatan TD pascapersalinan/preeklamsia postpartum atau demam > 38°C setelah 24 jam pertama sebagai tanda infeksi nifas)
- Monitor tinggi fundus uteri (TFU turun ± 1 cm/hari), kekuatan kontraksi uterus, dan kandung kemih
- Monitor karakteristik lokia: lokia rubra (merah segar, hari 1–3), lokia sanguinolenta (merah kecokelatan berlendir, hari 4–7), lokia serosa (kekuningan/merah muda pucat, hari 7–14), dan lokia alba (putih, > 2 minggu); waspadai bila lokia berbau busuk atau kembali merah segar banyak (subinvolusi/perdarahan sekunder)
- Monitor tanda tromboflebitis tungkai (nyeri betis, kemerahan, bengkak unilateral)
- Monitor status psikologis ibu terhadap adaptasi fase taking-in, taking-hold, letting-go, serta skrining gejala postpartum blues atau depresi pascapersalinan (menggunakan instrumen EPDS)
2. Terapeutik (T)
- Fasilitasi mobilisasi dini (miring kanan-kiri, duduk, hingga berjalan ke kamar mandi dalam 6–24 jam pertama) untuk memperlancar pengeluaran lokia, fungsi berkemih, dan mencegah tromboemboli
- Lakukan perawatan perineum dan perawatan payudara (breast care) secara rutin
- Fasilitasi rawat gabung (rooming-in) dan bantu interaksi ikatan kasih sayang ibu-bayi (bonding attachment)
3. Edukasi (E)
- Jelaskan tanda bahaya masa nifas yang harus segera diperiksakan (perdarahan banyak/gumpalan besar, lokia berbau menyengat, demam menggigil, nyeri perut hebat, payudara bengkak merah dan panas/mastitis, sakit kepala hebat/pandangan kabur, atau perasaan sedih mendalam ingin menyakiti diri/bayi)
- Anjurkan jadwal Kunjungan Nifas (KF) lengkap minimal 4 kali (KF1: 6 jam–2 hari; KF2: hari ke 3–7; KF3: hari ke 8–28; KF4: hari ke 29–42), konsumsi kapsul Vitamin A nifas, dan konseling KB pascasalin
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian antibiotik, uterotonika, atau rujukan kesehatan jiwa maternal bila ditemukan komplikasi masa nifas
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.