← Kembali ke daftar

I.07220 · Manajemen Terapi Radiasi Internal (Brakiterapi)

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.07220 (SIKI)

Manajemen Terapi Radiasi Internal (Brakiterapi) (I.07220)

Reproduksi dan Seksualitas

Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Terapi Radiasi Internal (Brakiterapi) (I.07220)

Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola pasien ginekologi yang menjalani pemasangan implan radioaktif intrakaviter/interstisial serta menjaga keselamatan radiasi.

1. Observasi (O)
  • Identifikasi jenis aplikator brakiterapi, dosis radiasi, dan durasi pemasangan
  • Monitor tanda-tanda vital, skala nyeri punggung/panggul, kepatenan kateter urin (Foley), dan adanya perdarahan atau pergeseran aplikator
  • Monitor efek samping akut radiasi (mual, muntah, sistitis radiasi/disuria, proktitis/diare)
2. Terapeutik (T)
  • Terapkan prinsip proteksi radiasi ALARA (As Low As Reasonably Achievable): batasi Waktu kontak di dekat pasien, jaga Jarak maksimal dari sumber radiasi, dan gunakan Pelindung timbal (Time, Distance, Shielding)
  • Tempatkan pasien di kamar isolasi khusus dengan tanda peringatan radiasi di pintu serta larang kunjungan anak-anak (< 18 tahun) dan ibu hamil
  • Pertahankan tirah baring total dengan kepala tempat tidur hanya boleh ditinggikan maksimal 15–20 derajat dan pasang kateter urin menetap selama implan terpasang agar aplikator tidak bergeser
  • Sediakan forceps bergagang panjang dan wadah timbal (lead container) di dalam kamar untuk mengantisipasi bila implan radioaktif terlepas secara tidak sengaja (jangan pernah menyentuh sumber radioaktif dengan tangan langsung)
3. Edukasi (E)
  • Jelaskan alasan pembatasan gerak dan pembatasan waktu kunjung kepada pasien serta keluarga agar pasien tidak merasa diabaikan
  • Ajarkan perawatan pasca brakiterapi (penggunaan dilator vagina dan pelumas sesuai anjuran untuk mencegah stenosis vagina)
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi pemberian antiemetik, analgesik, obat antidiare/rendah sisa, dan pelepasan aplikator bersama dokter onkologi radiasi

Intervensi utama pada diagnosis SDKI:

  • Belum ditautkan

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi