I.07218 · Manajemen Persalinan
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.07218 (SIKI)
Manajemen Persalinan (I.07218)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Persalinan (I.07218)
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola proses fisiologis persalinan kala I hingga kala IV untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi baru lahir.
1. Observasi (O)
- Identifikasi status obstetri (gravida, paritas, usia kehamilan, taksiran berat janin, presentasi janin, penurunan kepala/station, dan ketuban)
- Monitor kemajuan persalinan menggunakan Partograf WHO pada fase aktif (his/kontraksi uterus setiap 30 menit: frekuensi, durasi, kekuatan; Denyut Jantung Janin setiap 30 menit; pembukaan serviks dan penurunan kepala setiap 4 jam; tanda vital ibu serta urin)
- Monitor tanda kala II (dorongan meneran, tekanan pada anus, perineum menonjol, vulva dan sfingter ani membuka / doran-teknus-perjol-vulka)
2. Terapeutik (T)
- Fasilitasi pendampingan suami/keluarga selama proses persalinan dan dukung ibu memilih posisi yang nyaman pada kala I (berjalan, duduk di birthing ball, atau miring kiri)
- Bantu teknik pengurangan nyeri nonfarmakologis (pijat punggung bawah/counter-pressure, kompres hangat, napas dalam saat kontraksi)
- Lakukan pertolongan persalinan bersih dan aman (Asuhan Persalinan Normal / APN) saat pembukaan lengkap (10 cm): pimpin meneran saat ada his, lindungi perineum (manuver Ritgen), lahirkan kepala, periksa lilitan tali pusat, lahirkan bahu dan seluruh tubuh bayi
- Lakukan Manajemen Aktif Kala Tiga (MAK III) untuk mencegah perdarahan: suntikkan oksitosin 10 IU IM dalam 1 menit setelah bayi lahir, lakukan Penegangan Tali Pusat Terkendali (PTT), dan masase fundus uteri segera setelah plasenta lahir
- Observasi ketat Kala IV selama 2 jam pertama pascapersalinan (setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua: TD, nadi, suhu, TFU, kontraksi uterus, kandung kemih, dan perdarahan)
3. Edukasi (E)
- Ajarkan ibu teknik bernapas saat his dan cara meneran yang efektif (seperti BAB tanpa mengangkat bokong dan tanpa menahan napas di leher)
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi dengan dokter Sp.OG bila partograf melewati garis waspada/bertindak, terjadi distosia, atau gawat janin
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.