← Kembali ke daftar

I.06193 · Manajemen Kejang

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.06193 (SIKI)

Manajemen Kejang (I.06193)

Neurosensori

Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Kejang (I.06193)

Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola kontraksi otot involunter dan paroksismal akibat pelepasan muatan listrik abnormal di neuron otak.

1. Observasi (O)
  • Monitor terjadinya kejang berulang
  • Monitor karakteristik kejang (mis. aktivitas motorik tonik-klonik/fokal, deviasi mata, adanya aura, inkontinensia urin/fekal, dan progresi kejang)
  • Monitor status neurologis (tingkat kesadaran GCS, ukuran dan reaksi pupil) serta tanda-tanda vital selama dan pada periode pasca-iktal
2. Terapeutik (T)
  • Baringkan pasien agar tidak terjatuh dan miringkan tubuh/kepala pasien (posisi pemulihan/recovery position) untuk menjaga kepatenan jalan napas serta mengalirkan saliva/muntahan
  • Berikan alas empuk di bawah kepala dan singkirkan benda-benda berbahaya atau tajam di sekitar pasien
  • Longgarkan pakaian, terutama di bagian leher
  • Pertahankan jalan napas paten dan lakukan penghisapan lendir (suction) bila perlu setelah fase tonik mereda
  • Jangan memasukkan benda apa pun (sendok, jari, spatel lidah) secara paksa ke dalam mulut yang sedang terkunci saat kejang
  • Jangan menahan atau melawan gerakan ekstremitas pasien secara paksa untuk menghindari fraktur/dislokasi
  • Berikan oksigen dan pasang akses intravena
  • Catat durasi kejang (waspadai status epileptikus bila kejang berlangsung > 5 menit atau kejang berulang tanpa pulihnya kesadaran di antara kejang)
3. Edukasi (E)
  • Anjurkan keluarga tidak memasukkan apa pun ke dalam mulut pasien saat kejang dan cara melakukan pertolongan pertama kejang di rumah
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi pemberian antikonvulsan penghenti kejang akut (mis. diazepam IV/rektal atau midazolam) dan terapi rumatan (fenitoin, asam valproat, levetiracetam)

Intervensi utama pada diagnosis SDKI:

  • Belum ditautkan

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi