I.05182 · Perawatan Gips dan Traksi
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.05182 (SIKI)
Perawatan Gips dan Traksi (I.05182)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Perawatan Gips dan Traksi (I.05182)
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan merawat pasien yang terpasang imobilisasi gips (cast) atau traksi (kulit/skeletal) untuk mempertahankan kesegarisan tulang dan mencegah komplikasi neurovaskular.
1. Observasi (O)
- Monitor fungsi neurovaskular distal ekstremitas setiap 1–4 jam (5P: Pain/nyeri tidak proporsional, Pallor/pucat, Pulselessness/nadi melemah, Paresthesia/kesemutan, Paralysis/sulit menggerakkan jari) untuk deteksi dini Sindrom Kompartemen
- Monitor kondisi gips (keutuhan, bau, adanya bercak drainase/perdarahan tembus gips) dan tepi gips terhadap penekanan kulit
- Monitor sistem traksi (pastikan beban menggantung bebas tidak menyentuh lantai, tali berada tepat di alur katrol, simpul aman, dan kesejajaran garis tarikan traksi terjaga)
- Monitor area insersi pin/kawat (Steinmann pin / Kirschner wire) pada traksi skeletal terhadap tanda infeksi (kemerahan, bengkak, pus, pin longgar)
2. Terapeutik (T)
- Sangga gips basah baru menggunakan telapak tangan (jangan dengan ujung jari agar tidak menimbulkan lekukan penekanan ke dalam) dan biarkan terbuka hingga kering
- Tinggikan ekstremitas yang digips di atas bantal (setinggi jantung) pada 24–48 jam pertama untuk mengurangi edema
- Lapisi tepi gips yang kasar dengan plester lembut (petaling) dan lakukan perawatan pin site traksi skeletal menggunakan NaCl 0,9% / chlorhexidine secara aseptik
- Pertahankan tarikan balik (counter-traction) dengan meninggikan kaki tempat tidur sesuai jenis traksi
3. Edukasi (E)
- Anjurkan pasien tidak memasukkan benda apa pun (seperti penggaris/gantungan baju) ke dalam gips untuk menggaruk kulit yang gatal (gunakan hembusan udara dingin pengering rambut bila gatal)
- Ajarkan latihan kontraksi otot isometrik pada ekstremitas yang diimobilisasi dan gerakan aktif pada sendi yang bebas
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi tindakan bivalving/pembelahan gips atau fasiotomi darurat bersama dokter ortopedi bila muncul tanda sindrom kompartemen
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.