I.04164 · Perawatan Kateter Urin
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.04164 (SIKI)
Perawatan Kateter Urin (I.04164)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Perawatan Kateter Urin (I.04164)
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan merawat pasien yang terpasang kateter urin menetap untuk mempertahankan patensi aliran dan mencegah infeksi saluran kemih terkait kateter (CAUTI).
1. Observasi (O)
- Monitor kepatenan kateter urin (pastikan selang tidak terlipat/kinking, tidak tertindih tubuh pasien, dan urin mengalir lancar ke urobag)
- Monitor karakteristik urin (jumlah, warna, kejernihan, bau, adanya sedimen/darah)
- Monitor tanda dan gejala infeksi saluran kemih (demam, menggigil, nyeri suprapubik/pinggang, urin keruh berbau menyengat) serta kondisi meatus uretra
2. Terapeutik (T)
- Lakukan kebersihan tangan sebelum dan sesudah memanipulasi kateter atau urobag
- Lakukan perawatan perineal dan meatus uretra setiap hari (saat mandi) dan setelah BAB menggunakan air dan sabun lembut
- Pertahankan sistem drainase tertutup (closed drainage system); jangan membuka sambungan antara kateter dan selang urobag
- Pastikan posisi kantong urin (urobag) selalu berada di bawah level kandung kemih dan tidak menyentuh lantai
- Kosongkan urobag secara teratur (saat terisi 1/2 hingga 2/3 bagian) menggunakan wadah penampung terpisah untuk setiap pasien dan desinfeksi keran pembuangan
- Pertahankan fiksasi kateter di paha/abdomen untuk mencegah tarikan dan trauma pada leher kandung kemih
3. Edukasi (E)
- Jelaskan kepada pasien dan keluarga cara membawa urobag saat mobilisasi/jalan (tetap di bawah pinggang) dan larangan menarik selang kateter
- Anjurkan meningkatkan asupan cairan (2–3 L/hari bila tidak ada kontraindikasi) untuk membilas saluran kemih secara alami
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi evaluasi harian indikasi kateter dan pencabutan kateter sesegera mungkin bila sudah tidak ada indikasi medis
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.