I.04161 · Pemberian Enema / Obat Rektal
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.04161 (SIKI)
Pemberian Enema / Obat Rektal (I.04161)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Pemberian Enema / Obat Rektal (I.04161)
Definisi SIKI: Memasukkan larutan cairan (enema) atau sediaan obat (supositoria) ke dalam rektum dan kolon sigmoid untuk merangsang peristaltik usus, membersihkan usus, atau memberikan efek terapeutik.
1. Observasi (O)
- Identifikasi indikasi pemberian enema/obat rektal dan kontraindikasi (obstruksi usus mekanis, apendisitis akut, perforasi usus, perdarahan rektal aktif, pasca anastomosis kolon baru, peningkatan TIK, neutropenia/trombositopenia berat)
- Periksa jenis, suhu, dan volume larutan enema atau konsistensi supositoria sesuai prinsip enam benar
- Monitor karakteristik hasil pengeluaran feses dan cairan serta tanda ketidaknyamanan abdomen atau refleks vagal
2. Terapeutik (T)
- Jaga privasi, pasang perlak, dan siapkan pispot atau pastikan kamar mandi mudah dijangkau
- Posisikan pasien miring kiri (Sims kiri) dengan lutut kanan fleksi agar mengikuti anatomi kolon desendens dan sigmoid
- Lumasi ujung kanula enema atau supositoria sepanjang 5–7,5 cm dengan jeli larut air
- Masukkan kanula enema atau supositoria secara lembut melewati sfingter ani interna (7–10 cm pada dewasa) menuju arah umbilikus sambil meminta pasien menarik napas dalam
- Alirkan cairan enema secara perlahan (hentikan sejenak bila kram perut) dan minta pasien menahan cairan/obat selama 5–15 menit sebelum buang air besar
3. Edukasi (E)
- Jelaskan sensasi rasa penuh dan mulas yang akan timbul serta pentingnya menahan cairan/obat beberapa menit agar bekerja optimal
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi dengan dokter bila enema tidak menghasilkan pengeluaran feses atau muncul nyeri abdomen akut
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.