I.04159 · Evakuasi Feses Secara Manual
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.04159 (SIKI)
Evakuasi Feses Secara Manual (I.04159)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Evakuasi Feses Secara Manual (I.04159)
Definisi SIKI: Mengeluarkan massa feses yang mengeras dan tertahan di dalam rektum (impaksi feses/skibala) menggunakan jari tangan yang dilumasi.
1. Observasi (O)
- Identifikasi tanda dan gejala impaksi feses (tidak BAB berhari-hari disertai keluarnya rembesan cairan feses berbau/diare paradoksal, nyeri rektum, distensi abdomen) serta periksa kontraindikasi (pasca operasi anorektal baru, perdarahan rektal aktif, penyakit jantung tidak stabil/aritmia berat, neutropenia/trombositopenia berat)
- Monitor frekuensi dan irama nadi sebelum dan selama prosedur (stimulasi rektum dapat memicu refleks vagal yang menyebabkan bradikardia dan sinkop)
2. Terapeutik (T)
- Jaga privasi pasien dan posisikan miring kiri dengan lutut kanan ditekuk ke arah dada (posisi Sims kiri) serta pasang perlak di bawah bokong
- Kenakan sarung tangan bersih (rangkap bila perlu) dan lumasi jari telunjuk secara melimpah menggunakan jeli larut air (atau jeli lidokain 2% untuk mengurangi nyeri)
- Minta pasien menarik napas dalam dan masukkan jari telunjuk secara perlahan melalui sfingter ani mengarah ke umbilikus
- Pecahkan massa feses yang keras dengan gerakan memutar lembut dan keluarkan sedikit demi sedikit ke dalam bengkok/pispot
- Hentikan prosedur segera bila pasien mengeluh pusing, pucat, berkeringat dingin, nyeri hebat, terjadi bradikardia, atau perdarahan segar
- Bersihkan area perianal dan fasilitasi pasien beristirahat setelah prosedur
3. Edukasi (E)
- Jelaskan tujuan tindakan dan instruksikan pasien bernapas melalui mulut agar sfingter ani rileks
- Ajarkan program pencegahan konstipasi berulang setelah impaksi teratasi
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian enema minyak mineral/gliserin sebelum evakuasi manual untuk melunakkan massa feses yang sangat keras
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.