I.04158 · Manajemen Retensi Urin
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.04158 (SIKI)
Manajemen Retensi Urin (I.04158)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Retensi Urin (I.04158)
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih secara spontan atau tuntas.
1. Observasi (O)
- Identifikasi penyebab retensi urin (pembesaran prostat/BPH, striktur uretra, batu saluran kemih, bekuan darah, efek anestesi spinal/epidural, obat antikolinergik/opioid, pascapersalinan, cedera medula spinalis)
- Lakukan inspeksi dan palpasi suprapubik untuk mendeteksi distensi kandung kemih (teraba masa bulat kencang/pekak pada perkusi) serta ukur volume urin dengan bladder scanner
- Monitor intake dan output cairan serta derajat nyeri atau gelisah akibat kandung kemih penuh
2. Terapeutik (T)
- Jaga privasi dan berikan stimulasi berkemih non-invasif bila kondisi memungkinkan (bantu posisi duduk/berdiri, alirkan suara keran air, siram air hangat pada perineum, atau kompres hangat suprapubik)
- Lakukan manuver Crede (penekanan manual di atas simfisis pubis) hanya bila tidak ada obstruksi mekanis pada saluran keluar kandung kemih
- Lakukan kateterisasi urin (intermiten atau menetap) bila stimulasi berkemih gagal atau pasien mengalami retensi urin akut yang nyeri
- Keluarkan urin secara bertahap bila distensi kandung kemih sangat masif (> 1.000 mL) dan pantau risiko hematuria ex vacuo serta diuresis pasca-obstruksi
3. Edukasi (E)
- Jelaskan teknik berkemih ganda (double voiding: berkemih, tunggu beberapa saat/berdiri sebentar, lalu coba berkemih lagi hingga tuntas)
- Anjurkan menghindari menahan kencing terlalu lama dan konsultasikan penggunaan obat flu/dekongestan pada pasien BPH
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian penghambat alfa-adrenergik (tamsulosin) atau tindakan sistostomi suprapubik bersama dokter urologi bila kateterisasi uretra tidak dapat masuk
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.