I.04150 · Manajemen Dialisis Peritoneal
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.04150 (SIKI)
Manajemen Dialisis Peritoneal (I.04150)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Dialisis Peritoneal (I.04150)
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola terapi pertukaran cairan dialisat melalui membran peritoneum (CAPD / APD) pada pasien gagal ginjal.
1. Observasi (O)
- Monitor tanda-tanda vital, berat badan kering, dan status hidrasi sebelum serta sesudah pertukaran cairan
- Periksa kejernihan dan warna cairan dialisat yang keluar (effluent) pada setiap siklus (cairan keruh merupakan tanda awal peritonitis)
- Monitor keseimbangan volume cairan dialisat yang dimasukkan (inflow) dan yang dikeluarkan (outflow/ultrafiltrasi) serta waktu tinggal (dwell time)
- Monitor kondisi exit site kateter Tenckhoff terhadap kemerahan, krusta, nyeri, atau eksudat
2. Terapeutik (T)
- Hangatkan kantong cairan dialisat menggunakan pemanas kering (dry warming pad) hingga mencapai suhu tubuh 37°C sebelum dimasukkan (jangan direndam air atau dimasukkan microwave)
- Lakukan prosedur pergantian cairan (CAPD exchange) di ruangan tertutup (kipas angin/AC dimatikan) dengan memakai masker, cuci tangan 6 langkah, dan teknik aseptik tanpa sentuh (non-touch technique)
- Atur posisi pasien (miring kanan/kiri atau duduk) dan cegah konstipasi bila aliran keluar (outflow) lambat
- Lakukan perawatan exit site kateter secara rutin menggunakan NaCl 0,9% dan salep antibiotik topikal sesuai protokol serta fiksasi kateter agar tidak tertarik
3. Edukasi (E)
- Ajarkan pasien dan keluarga prosedur pergantian cairan CAPD mandiri, pencatatan buku harian balans ultrafiltrasi, dan deteksi dini tanda peritonitis (cairan keluar keruh, nyeri perut, demam)
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pengambilan sampel cairan dialisat untuk hitung sel dan kultur serta pemberian antibiotik intraperitoneal bersama dokter nefrologi bila dicurigai peritonitis
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.