I.04146 · Kateterisasi Urin: Intermiten
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.04146 (SIKI)
Kateterisasi Urin: Intermiten (I.04146)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Kateterisasi Urin: Intermiten (I.04146)
Definisi SIKI: Memasukkan kateter lurus (straight catheter / Nelaton) ke dalam kandung kemih secara berkala untuk mengosongkan urin lalu segera dilepaskan kembali.
1. Observasi (O)
- Identifikasi indikasi kateterisasi intermiten / Clean Intermittent Catheterization (CIC) (mis. neurogenic bladder akibat cedera medula spinalis, spina bifida, atau retensi urin pasca melahirkan/operasi)
- Monitor frekuensi kateterisasi, volume urin yang keluar setiap kali kateterisasi (usahakan volume kandung kemih tidak melebihi 400–500 mL), serta warna dan kejernihan urin
- Monitor tanda infeksi saluran kemih (demam, urin keruh/berbau menyengat, nyeri suprapubik)
2. Terapeutik (T)
- Gunakan teknik steril saat dilakukan di rumah sakit, atau teknik bersih mandiri (clean self-catheterization) saat dilakukan oleh pasien di rumah
- Lakukan palpasi kandung kemih atau bladder scan sebelum tindakan
- Bersihkan meatus uretra, lumasi kateter Nelaton dengan jeli larut air, dan masukkan hingga urin mengalir keluar
- Tekan lembut area suprapubik (manuver Crede bila tidak kontraindikasi) saat aliran urin mulai melambat untuk memastikan kandung kemih kosong sempurna, lalu tarik keluar kateter secara perlahan
3. Edukasi (E)
- Ajarkan pasien dan keluarga teknik Clean Intermittent Catheterization (CIC) mandiri menggunakan cermin (pada wanita), cara mencuci dan menyimpan kateter, serta jadwal berkemih setiap 4–6 jam
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemeriksaan urinalisis/kultur urin berkala dan pemberian obat antikolinergik bila diperlukan
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.