I.03144 · Irigasi Kandung Kemih
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.03144 (SIKI)
Irigasi Kandung Kemih (I.03144)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Irigasi Kandung Kemih (I.03144)
Definisi SIKI: Membilas kandung kemih menggunakan cairan steril melalui kateter urin untuk mempertahankan kepatenan kateter atau mengeluarkan bekuan darah/sedimen (mis. pasca operasi TURP).
1. Observasi (O)
- Identifikasi indikasi irigasi kandung kemih (kontinu dengan kateter three-way atau intermiten/manual) dan periksa instruksi medis
- Monitor warna dan karakteristik cairan drainase urin (derajat hematuria: merah pekat, merah muda, atau jernih; serta adanya bekuan darah/stolsel)
- Monitor keseimbangan cairan irigasi yang masuk dan keluar secara ketat (Actual Urine Output = Total Drainase - Volume Cairan Irigasi Masuk)
- Monitor keluhan nyeri suprapubik, spasme kandung kemih, dan distensi kandung kemih
2. Terapeutik (T)
- Siapkan cairan irigasi NaCl 0,9% steril bersuhu ruang dan pertahankan teknik aseptik saat mengganti kantong irigasi
- Atur kecepatan tetesan irigasi kontinu sesuai warna urin (percepat tetesan bila urin merah pekat/berbekuan; perlambat bila urin sudah berwarna merah muda jernih)
- Jika aliran drainase macet akibat bekuan darah (clot retention), hentikan tetesan irigasi kontinu dan lakukan spuling/irigasi manual menggunakan spuit kateter (Toomey syringe 50 mL) secara hati-hati
- Kosongkan kantong penampung urin (urobag) secara berkala sebelum penuh
3. Edukasi (E)
- Jelaskan tujuan pembilasan kandung kemih dan sensasi ingin berkemih yang normal dirasakan
- Anjurkan pasien banyak minum air putih (bila sudah diizinkan) dan segera melapor bila perut bagian bawah terasa nyeri/penuh atau cairan tidak menetes
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian obat antispasmodik kandung kemih, analgesik, atau asam traneksamat bersama dokter urologi
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.