I.03143 · Terapi Rehidrasi Oral
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.03143 (SIKI)
Terapi Rehidrasi Oral (I.03143)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Terapi Rehidrasi Oral (I.03143)
Definisi SIKI: Memberikan larutan elektrolit dan glukosa (oralit) melalui mulut untuk mengganti kehilangan cairan dan elektrolit akibat diare atau muntah pada dehidrasi ringan-sedang.
1. Observasi (O)
- Identifikasi derajat dehidrasi pasien (tanpa dehidrasi, dehidrasi ringan-sedang/tidak berat, atau dehidrasi berat) berdasarkan keadaan umum, mata cekung, rasa haus, dan turgor kulit (cubitan kulit perut)
- Monitor frekuensi dan volume BAB cair serta muntah selama periode rehidrasi
- Monitor tanda perbaikan status hidrasi setelah 3–4 jam pemberian oralit
2. Terapeutik (T)
- Larutkan 1 bungkus oralit osmolaritas rendah ke dalam 200 mL air matang dengan takaran yang tepat
- Pada dehidrasi ringan-sedang (Rencana Terapi B): berikan oralit sebanyak 75 mL/kgBB dalam 3 jam pertama
- Berikan oralit sedikit demi sedikit menggunakan sendok atau cangkir (1 sendok teh setiap 1–2 menit pada anak); jika anak muntah, tunggu 10 menit lalu lanjutkan kembali lebih perlahan
- Berikan cairan tambahan setiap kali selesai BAB cair (50–100 mL untuk anak < 1 tahun; 100–200 mL untuk anak ≥ 1 tahun)
3. Edukasi (E)
- Ajarkan ibu/keluarga cara melarutkan oralit, melanjutkan pemberian ASI/makan, dan pemberian tablet Zinc selama 10 hari berturut-turut pada anak
- Jelaskan tanda bahaya yang mengharuskan pasien segera dibawa kembali ke fasilitas kesehatan (malas minum, demam tinggi, muntah berulang, tinja berdarah)
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemasangan infus (Rencana Terapi C) bila rehidrasi oral gagal atau pasien jatuh ke dalam dehidrasi berat
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.