I.03120 · Manajemen Nutrisi Parenteral
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.03120 (SIKI)
Manajemen Nutrisi Parenteral (I.03120)
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Nutrisi Parenteral (I.03120)
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola pemberian nutrisi melalui akses vena sentral atau perifer pada pasien yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi melalui jalur enteral.
1. Observasi (O)
- Identifikasi indikasi pemberian nutrisi parenteral (ileus paralitik, obstruksi usus, sindrom usus pendek, pankreatitis berat, fistula enterokutan high-output)
- Periksa kesesuaian komposisi larutan nutrisi parenteral (dekstrosa, asam amino, emulsi lipid, elektrolit, vitamin, trace elements) dan osmolaritasnya (< 900 mOsm/L untuk vena perifer; > 900 mOsm/L wajib melalui vena sentral)
- Monitor tanda-tanda vital, kadar glukosa darah (setiap 4–6 jam), elektrolit, fungsi hati, dan trigliserida serum
- Monitor kepatenan akses vena dan tanda infeksi lokal/sistemik (CLABSI)
2. Terapeutik (T)
- Pertahankan teknik aseptik ketat saat menyambungkan kantong nutrisi parenteral dan gunakan lumen khusus (dedicated lumen) pada CVC
- Berikan nutrisi parenteral menggunakan infusion pump dengan laju yang ditingkatkan secara bertahap (tapering up) dan diturunkan secara bertahap saat akan dihentikan (tapering down)
- Ganti selang infus (administration set) dan filter setiap 24 jam (terutama yang mengandung emulsi lipid)
- Lindungi kantong nutrisi parenteral dari paparan cahaya langsung bila mengandung multivitamin peka cahaya
3. Edukasi (E)
- Jelaskan tujuan pemberian nutrisi melalui pembuluh darah dan pentingnya menjaga kebersihan area jalur infus
- Anjurkan segera melapor bila merasa demam, menggigil, atau nyeri pada lokasi infus
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi dengan tim dukungan nutrisi (dokter, ahli gizi, apoteker klinis) untuk penyesuaian formula TPN/PPN dan transisi bertahap ke nutrisi enteral
Intervensi utama pada diagnosis SDKI:
- Belum ditautkan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.