← Kembali ke daftar

I.02087 · Terapi Oksigen Hiperbarik

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
I.02087 (SIKI)

Terapi Oksigen Hiperbarik (I.02087)

Sirkulasi

Intervensi Keperawatan (SIKI): Terapi Oksigen Hiperbarik (I.02087)

Definisi SIKI: Mengelola pemberian oksigen murni (100%) di dalam ruangan bertekanan tinggi (hyperbaric chamber) untuk meningkatkan oksigenasi jaringan dan penyembuhan luka.

1. Observasi (O)
  • Identifikasi indikasi terapi hiperbarik (luka kaki diabetik kronis, keracunan karbon monoksida, penyakit dekompresi, gangren gas) dan kontraindikasi (pneumotoraks yang belum ditangani)
  • Monitor tanda-tanda vital, kadar glukosa darah (pada pasien DM), dan kondisi telinga/sinus sebelum serta sesudah masuk ruang hiperbarik
  • Monitor tanda barotrauma telinga/paru atau toksisitas oksigen sistem saraf pusat (kedutan wajah, mual, pusing, kejang) selama terapi
2. Terapeutik (T)
  • Pastikan pasien menggunakan pakaian 100% katun khusus dan bebas dari bahan mudah terbakar (minyak, losion berbasis alkohol, kosmetik, korek api, perangkat elektronik/baterai)
  • Bantu pasien masuk ke dalam chamber dan pantau secara visual serta audio selama sesi terapi berlangsung
3. Edukasi (E)
  • Ajarkan teknik ekualisasi tekanan telinga (manuver Valsava, menelan ludah, atau menguap) saat tekanan ruangan dinaikkan
  • Anjurkan segera memberi isyarat kepada petugas bila telinga terasa nyeri atau pandangan kabur
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi penentuan tekanan atmosfer (ATA), durasi, dan jumlah sesi terapi bersama dokter hiperbarik

Intervensi utama pada diagnosis SDKI:

  • Belum ditautkan

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi