← Kembali ke daftar

D.0148 · Risiko Termoregulasi Tidak Efektif

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
D.0148 (SDKI) L.14134 (SLKI) I.14578 (SIKI)

Risiko Termoregulasi Tidak Efektif (D.0148)

Risiko · Lingkungan · Keamanan dan Proteksi

Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.

Luaran Keperawatan (SLKI): Termoregulasi (L.14134) · Ekspektasi: Membaik

Buka halaman luaran L.14134 →

Kriteria Hasil (Indikator SLKI)Arah target
Menggigil↓ Menurun
Kulit merah, kejang, akrosianosis, & konsumsi oksigen↓ Menurun
Piloereksi, vasokonstriksi perifer, & kutis memorata↓ Menurun
Pucat, takikardia, takipnea, & bradikardia↓ Menurun
Dasar kuku sianotik & hipoksia↓ Menurun
Suhu tubuh (36,5–37,5°C), suhu kulit, kadar glukosa darah, pengisian kapiler, ventilasi, & tekanan darah↗ Membaik
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Termoregulasi (L.14134) membaik, dengan kriteria hasil: Menggigil menurun, Kulit merah, kejang, akrosianosis, & konsumsi oksigen menurun, Piloereksi, vasokonstriksi perifer, & kutis memorata menurun, Pucat, takikardia, takipnea, & bradikardia menurun, Dasar kuku sianotik & hipoksia menurun, Suhu tubuh (36,5–37,5°C), suhu kulit, kadar glukosa darah, pengisian kapiler, ventilasi, & tekanan darah membaik.

Intervensi Keperawatan (SIKI): Regulasi Temperatur (I.14578)

Buka halaman intervensi I.14578 →

Definisi SIKI: Mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal (36,5°C–37,5°C).

1. Observasi (O)
  • Monitor suhu bayi sampai stabil (36,5°C–37,5°C)
  • Monitor suhu tubuh anak tiap dua jam, jika perlu
  • Monitor tekanan darah, frekuensi pernapasan, dan nadi
  • Monitor warna dan suhu kulit
  • Monitor dan catat tanda dan gejala hipotermia atau hipertermia
2. Terapeutik (T)
  • Pasang alat pemantau suhu kontinu, jika perlu
  • Tingkatkan asupan cairan dan nutrisi yang adekuat
  • Bedong bayi segera setelah lahir untuk mencegah kehilangan panas
  • Masukkan bayi BBLR ke dalam plastik segera setelah lahir (mis. bahan polyethylene, polyurethane)
  • Gunakan topi bayi untuk mencegah kehilangan panas pada bayi baru lahir
  • Tempatkan bayi baru lahir di bawah radiant warmer
  • Pertahankan kelembapan inkubator 50% atau lebih untuk mengurangi kehilangan panas karena proses evaporasi
  • Atur suhu inkubator sesuai kebutuhan
  • Hangatkan terlebih dahulu bahan-bahan yang akan kontak dengan bayi (mis. selimut, kain bedongan, stetoskop)
  • Hindari meletakkan bayi di dekat jendela terbuka atau di aliran udara pendingin ruangan atau kipas angin
  • Gunakan matras penghangat, selimut hangat, dan penghangat ruangan untuk menaikkan suhu tubuh, jika perlu
  • Gunakan kasur pendingin, water circulating blankets, ice pack, atau gel pad dan intravascular cooling catheterization untuk menurunkan suhu tubuh, jika perlu
  • Sesuaikan suhu lingkungan dengan kebutuhan pasien
3. Edukasi (E)
  • Jelaskan cara pencegahan heat exhaustion dan heat stroke
  • Jelaskan cara pencegahan hipotermia karena terpapar udara dingin
  • Demonstrasikan teknik perawatan metode kanguru (PMK) untuk bayi BBLR
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi pemberian antipiretik, jika perlu

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi