D.0142 · Risiko Infeksi
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Definisi SDKI: Berisiko mengalami peningkatan terserang organisme patogenik.
Penyebab / Faktor Risiko (SDKI)
- Penyakit kronis (mis. diabetes melitus)
- Efek prosedur invasif
- Malnutrisi
- Peningkatan paparan organisme patogen lingkungan
- Ketidakadekuatan pertahanan tubuh primer (kerusakan integritas kulit, ketuban pecah lama, statis cairan tubuh)
- Ketidakadekuatan pertahanan tubuh sekunder (penurunan hemoglobin, imununosupresi, leukopenia)
Gejala & Tanda Mayor (SDKI)
Subjektif:
- (Diagnosis Risiko: tidak memiliki tanda/gejala mayor subjektif)
Objektif:
- (Diagnosis Risiko: ditegakkan berdasarkan adanya faktor risiko)
Gejala & Tanda Minor (SDKI)
Subjektif:
- (Tidak tersedia)
Objektif:
- (Tidak tersedia)
Luaran Keperawatan (SLKI): Tingkat Infeksi (L.14137) · Ekspektasi: Menurun
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Kebersihan tangan & kebersihan badan | ↑ Meningkat |
| Nafsu makan | ↑ Meningkat |
| Demam, kemerahan (rubor), nyeri (dolor), & bengkak (tumor) | ↓ Menurun |
| Vesikel, cairan berbau busuk, & sputum berwarna hijau | ↓ Menurun |
| Drainase purulen, piuria, periode malaise, & periode menggigil | ↓ Menurun |
| Letargi & gangguan kognitif | ↓ Menurun |
| Kadar sel darah putih / leukosit | ↗ Membaik |
| Kultur darah, urin, sputum, area luka, & feses | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Tingkat Infeksi (L.14137) menurun, dengan kriteria hasil: Kebersihan tangan & kebersihan badan meningkat, Nafsu makan meningkat, Demam, kemerahan (rubor), nyeri (dolor), & bengkak (tumor) menurun, Vesikel, cairan berbau busuk, & sputum berwarna hijau menurun, Drainase purulen, piuria, periode malaise, & periode menggigil menurun, Letargi & gangguan kognitif menurun, Kadar sel darah putih / leukosit membaik, Kultur darah, urin, sputum, area luka, & feses membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Pencegahan Infeksi (I.14539)
Buka halaman intervensi I.14539 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan menurunkan risiko terserang organisme patogenik.
1. Observasi (O)
- Monitor tanda dan gejala infeksi lokal dan sistemik
2. Terapeutik (T)
- Batasi jumlah pengunjung
- Berikan perawatan kulit pada area edema
- Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dan lingkungan pasien
- Pertahankan teknik aseptik pada pasien berisiko tinggi
3. Edukasi (E)
- Jelaskan tanda dan gejala infeksi
- Ajarkan cara mencuci tangan dengan benar
- Ajarkan etika batuk
- Ajarkan cara memeriksa kondisi luka atau luka operasi
- Anjurkan meningkatkan asupan nutrisi
- Anjurkan meningkatkan asupan cairan
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian imunisasi, jika perlu
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.