D.0140 · Risiko Hipotermia
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Termoregulasi (L.14134) · Ekspektasi: Membaik
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Menggigil | ↓ Menurun |
| Kulit merah, kejang, akrosianosis, & konsumsi oksigen | ↓ Menurun |
| Piloereksi, vasokonstriksi perifer, & kutis memorata | ↓ Menurun |
| Pucat, takikardia, takipnea, & bradikardia | ↓ Menurun |
| Dasar kuku sianotik & hipoksia | ↓ Menurun |
| Suhu tubuh (36,5–37,5°C), suhu kulit, kadar glukosa darah, pengisian kapiler, ventilasi, & tekanan darah | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Termoregulasi (L.14134) membaik, dengan kriteria hasil: Menggigil menurun, Kulit merah, kejang, akrosianosis, & konsumsi oksigen menurun, Piloereksi, vasokonstriksi perifer, & kutis memorata menurun, Pucat, takikardia, takipnea, & bradikardia menurun, Dasar kuku sianotik & hipoksia menurun, Suhu tubuh (36,5–37,5°C), suhu kulit, kadar glukosa darah, pengisian kapiler, ventilasi, & tekanan darah membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Hipotermia (I.14507)
Buka halaman intervensi I.14507 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola suhu tubuh di bawah rentang normal.
1. Observasi (O)
- Monitor suhu tubuh
- Identifikasi penyebab hipotermia (mis. terpapar suhu lingkungan rendah, pakaian tipis, kerusakan hipotalamus, penurunan laju metabolisme, kekurangan lemak subkutan)
- Monitor tanda dan gejala akibat hipotermia (Hipotermia ringan: takipnea, disartria, menggigil, hipertensi, diuresis; Hipotermia sedang: aritmia, hipotensi, apatis, koagulopati, refleks menurun; Hipotermia berat: oliguria, refleks menghilang, edema paru, asam-basa abnormal)
2. Terapeutik (T)
- Sediakan lingkungan yang hangat (mis. atur suhu ruangan, inkubator)
- Ganti pakaian dan/atau linen yang basah
- Lakukan penghangatan pasif (mis. selimut, menutup kepala, pakaian tebal)
- Lakukan penghangatan aktif eksternal (mis. kompres hangat, botol hangat, selimut hangat, perawatan metode kanguru)
- Lakukan penghangatan aktif internal (mis. infus cairan hangat, oksigen hangat, lavase peritoneal dengan cairan hangat)
3. Edukasi (E)
- Anjurkan makan/minum hangat
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi penanganan kondisi medis penyerta bersama dokter
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.