D.0127 · Risiko Gangguan Perlekatan
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Perlekatan (L.13122) · Ekspektasi: Meningkat
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Mencium bayi, tersenyum kepada bayi, & melakukan kontak mata dengan bayi | ↑ Meningkat |
| Berbicara kepada bayi & bermain dengan bayi | ↑ Meningkat |
| Merespon isyarat bayi & menghibur bayi | ↑ Meningkat |
| Menggendong bayi untuk menyusui | ↑ Meningkat |
| Kekhawatiran menjalankan peran orang tua & perilaku menghindar dari bayi | ↓ Menurun |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Perlekatan (L.13122) meningkat, dengan kriteria hasil: Mencium bayi, tersenyum kepada bayi, & melakukan kontak mata dengan bayi meningkat, Berbicara kepada bayi & bermain dengan bayi meningkat, Merespon isyarat bayi & menghibur bayi meningkat, Menggendong bayi untuk menyusui meningkat, Kekhawatiran menjalankan peran orang tua & perilaku menghindar dari bayi menurun.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Promosi Perlekatan (I.10342)
Buka halaman intervensi I.10342 →
Definisi SIKI: Meningkatkan pengembangan hubungan emosional dan ikatan kasih sayang yang sehat (bonding attachment) antara orang tua dan bayi sejak masa perinatal.
1. Observasi (O)
- Identifikasi kemampuan ibu/orang tua merespons isyarat bayi
- Identifikasi faktor yang menghambat perlekatan (mis. bayi dirawat terpisah di NICU, nyeri pasca operasi, depresi pascapersalinan, kecemasan orang tua)
- Monitor interaksi verbal dan nonverbal antara orang tua dan bayi (kontak mata, senyuman, sentuhan, berbicara pada bayi)
2. Terapeutik (T)
- Fasilitasi kontak kulit-ke-kulit segera setelah lahir melalui Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
- Fasilitasi rawat gabung (rooming-in) 24 jam antara ibu dan bayi yang sehat
- Fasilitasi orang tua mengunjungi, menyentuh, mengajak bicara, dan melakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK) bila bayi dirawat di ruang perinatologi/NICU
- Libatkan ayah dalam perawatan bayi (menggendong, mengganti popok, menenangkan bayi)
- Berikan pujian atas ketelatenan dan kasih sayang yang ditunjukkan orang tua kepada bayinya
3. Edukasi (E)
- Jelaskan manfaat ikatan perlekatan dini terhadap perkembangan emosional dan kecerdasan anak
- Ajarkan orang tua cara mengenali isyarat lapar atau ketidaknyamanan bayi serta cara menenangkan bayi
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi dengan konselor laktasi dan tim kesehatan perinatal
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.