D.0119 · Gangguan Komunikasi Verbal
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Komunikasi Verbal (L.13118) · Ekspektasi: Meningkat
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Kemampuan berbicara | ↑ Meningkat |
| Kemampuan mendengar | ↑ Meningkat |
| Kesesuaian ekspresi wajah/tubuh & kontak mata | ↑ Meningkat |
| Afasia, disfasia, apraksia, & disleksia | ↓ Menurun |
| Disartria, afonia, & dislalia | ↓ Menurun |
| Pelo & gagap | ↓ Menurun |
| Respon perilaku & pemahaman komunikasi | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Komunikasi Verbal (L.13118) meningkat, dengan kriteria hasil: Kemampuan berbicara meningkat, Kemampuan mendengar meningkat, Kesesuaian ekspresi wajah/tubuh & kontak mata meningkat, Afasia, disfasia, apraksia, & disleksia menurun, Disartria, afonia, & dislalia menurun, Pelo & gagap menurun, Respon perilaku & pemahaman komunikasi membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Promosi Komunikasi: Defisit Bicara (I.13492)
Buka halaman intervensi I.13492 →
Definisi SIKI: Menggunakan teknik komunikasi tambahan pada individu yang mengalami gangguan bicara.
1. Observasi (O)
- Monitor kecepatan, tekanan, kuantitas, volume, dan diksi bicara
- Monitor proses kognitif, anatomis, dan fisiologis yang berkaitan dengan bicara (mis. memori, pendengaran, dan bahasa)
- Monitor frustrasi, marah, depresi, atau hal-hal lain yang mengganggu bicara
- Identifikasi perilaku emosional dan fisik sebagai bentuk komunikasi
2. Terapeutik (T)
- Gunakan metode komunikasi alternatif (mis. menulis, mata berkedip, papan komunikasi dengan gambar dan huruf, isyarat tangan, dan komputer)
- Sesuaikan gaya komunikasi dengan kebutuhan (mis. berdiri di depan pasien, dengarkan dengan seksama, tunjukkan satu gagasan atau kalimat sekaligus, bicaralah dengan perlahan sambil menghindari teriakan, gunakan komunikasi tertulis, atau meminta bantuan keluarga untuk memahami ucapan pasien)
- Modifikasi lingkungan untuk meminimalkan bantuan
- Ulangi apa yang disampaikan pasien untuk memastikan akurasi
- Berikan dukungan psikologis
- Gunakan juru bicara, jika perlu
3. Edukasi (E)
- Anjurkan berbicara perlahan
- Ajarkan pasien dan keluarga proses kognitif, anatomis, dan fisiologis yang berhubungan dengan kemampuan berbicara
4. Kolaborasi (K)
- Rujuk ke ahli patologi bicara atau terapis wicara
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.