← Kembali ke daftar

D.0106 · Gangguan Tumbuh Kembang

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
D.0106 (SDKI) L.10101 (SLKI) I.10339 (SIKI)

Gangguan Tumbuh Kembang (D.0106)

Aktual · Psikologis · Pertumbuhan dan Perkembangan

Definisi SDKI: Kondisi individu mengalami gangguan kemampuan bertumbuh dan berkembang sesuai dengan kelompok usia.

Penyebab / Faktor Risiko (SDKI)

  • Efek ketidakmampuan fisik
  • Keterbatasan lingkungan
  • Inkonsistensi respon pengasuh
  • Defisiensi stimulus

Gejala & Tanda Mayor (SDKI)

Subjektif:
  • (Tidak tersedia)
Objektif:
  • Tidak mampu melakukan keterampilan atau perilaku khas sesuai usia (fisik, bahasa, motorik, psikososial)
  • Pertumbuhan fisik terganggu

Gejala & Tanda Minor (SDKI)

Subjektif:
  • (Tidak tersedia)
Objektif:
  • Tidak mampu melakukan perawatan diri sesuai usia
  • Afek datar
  • Respon sosial lambat
  • Kontak mata terbatas

Luaran Keperawatan (SLKI): Status Perkembangan (L.10101) · Ekspektasi: Membaik

Buka halaman luaran L.10101 →

Kriteria Hasil (Indikator SLKI)Arah target
Keterampilan/perilaku sesuai usia↑ Meningkat
Kemampuan melakukan perawatan diri↑ Meningkat
Kemarahan, regresi, & afek datar↓ Menurun
Respon sosial, kontak mata, & pola tidur↗ Membaik
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Status Perkembangan (L.10101) membaik, dengan kriteria hasil: Keterampilan/perilaku sesuai usia meningkat, Kemampuan melakukan perawatan diri meningkat, Kemarahan, regresi, & afek datar menurun, Respon sosial, kontak mata, & pola tidur membaik.

Intervensi Keperawatan (SIKI): Perawatan Perkembangan (I.10339)

Buka halaman intervensi I.10339 →

Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan merawat untuk memfasilitasi perkembangan yang optimal pada bayi dan anak (termasuk Developmental Care pada bayi prematur/sakit kritis).

1. Observasi (O)
  • Identifikasi pencapaian tugas perkembangan anak
  • Identifikasi isyarat perilaku dan fisiologis yang ditunjukkan bayi (mis. lapar, tidak nyaman, atau isyarat stres seperti jari meregang, perubahan warna kulit, apneu)
  • Monitor tingkat kebisingan dan pencahayaan lingkungan perawatan
2. Terapeutik (T)
  • Pertahankan lingkungan yang mendukung perkembangan (minimalkan kebisingan < 45 dB dan redupkan cahaya inkubator/ruangan)
  • Berikan sentuhan yang bersifat gentle dan menenangkan (still gentle touch / facilitated tucking)
  • Posisikan bayi dalam posisi fleksi garis tengah menggunakan pembatas sarang (nesting)
  • Minimalkan nyeri dan stres selama prosedur invasif (berikan non-nutritive sucking atau ASI tetes)
  • Fasilitasi istirahat dan tidur bayi dengan mengelompokkan tindakan keperawatan (clustering care)
  • Sediakan aktivitas dan mainan stimulasi yang sesuai dengan usia anak
  • Dukung partisipasi orang tua dalam perawatan harian bayi/anak
3. Edukasi (E)
  • Jelaskan orang tua dan/atau pengasuh tentang milestone perkembangan anak dan perilaku anak
  • Anjurkan orang tua menyentuh dan menggendong bayinya serta berinteraksi secara responsif
  • Ajarkan orang tua cara membaca isyarat perilaku bayi
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi rujukan untuk konseling atau terapi tumbuh kembang (fisioterapi, terapi wicara, okupasi), jika perlu

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi