← Kembali ke daftar

D.0096 · Koping Tidak Efektif

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
D.0096 (SDKI) L.09086 (SLKI) I.09312 (SIKI)

Koping Tidak Efektif (D.0096)

Aktual · Psikologis · Integritas Ego

Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.

Luaran Keperawatan (SLKI): Status Koping (L.09086) · Ekspektasi: Membaik

Buka halaman luaran L.09086 →

Kriteria Hasil (Indikator SLKI)Arah target
Kemampuan memenuhi peran sesuai usia↑ Meningkat
Perilaku koping adaptif & verbalisasi kemampuan mengatasi masalah↑ Meningkat
Verbalisasi pengakuan masalah↑ Meningkat
Verbalisasi kelemahan diri & perilaku asertif↑ Meningkat
Partisipasi sosial↑ Meningkat
Verbalisasi menyalahkan orang lain & rasionalisasi kegagalan↓ Menurun
Hipersensitif terhadap kritik↓ Menurun
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Status Koping (L.09086) membaik, dengan kriteria hasil: Kemampuan memenuhi peran sesuai usia meningkat, Perilaku koping adaptif & verbalisasi kemampuan mengatasi masalah meningkat, Verbalisasi pengakuan masalah meningkat, Verbalisasi kelemahan diri & perilaku asertif meningkat, Partisipasi sosial meningkat, Verbalisasi menyalahkan orang lain & rasionalisasi kegagalan menurun, Hipersensitif terhadap kritik menurun.

Intervensi Keperawatan (SIKI): Promosi Koping (I.09312)

Buka halaman intervensi I.09312 →

Definisi SIKI: Meningkatkan upaya kognitif dan perilaku untuk menilai dan merespon stresor dan/atau kemampuan menggunakan sumber-sumber yang ada.

1. Observasi (O)
  • Identifikasi kegiatan jangka pendek dan jangka panjang sesuai tujuan
  • Identifikasi kemampuan yang dimiliki
  • Identifikasi sumber daya yang tersedia untuk memenuhi tujuan
  • Identifikasi pemahaman proses penyakit
  • Identifikasi dampak situasi terhadap peran dan hubungan
  • Identifikasi metode penyelesaian masalah
  • Identifikasi kebutuhan dan keinginan terhadap dukungan sosial
2. Terapeutik (T)
  • Diskusikan perubahan peran yang dialami
  • Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
  • Diskusikan alasan mengkritik diri sendiri
  • Diskusikan untuk mengklarifikasi kesalahpahaman dan mengevaluasi perilaku sendiri
  • Diskusikan konsekuensi tidak menggunakan rasa bersalah dan rasa malu
  • Diskusikan risiko yang menimbulkan bahaya pada diri sendiri
  • Fasilitasi dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan
  • Berikan pilihan realistis mengenai aspek-aspek tertentu dalam perawatan
  • Motivasi untuk menentukan harapan yang realistis
  • Tinjau kembali kemampuan dalam pengambilan keputusan
  • Hindari mengambil keputusan saat pasien berada di bawah stres berat
  • Motivasi terlibat dalam kegiatan sosial
  • Motivasi mengidentifikasi sistem pendukung yang tersedia
  • Dampingi saat berduka (mis. penyakit kronis, kecacatan)
  • Perkenalkan dengan orang atau kelompok yang berhasil mengalami pengalaman sama
  • Dukung penggunaan mekanisme pertahanan yang tepat
  • Kurangi rangsangan lingkungan yang mengancam
3. Edukasi (E)
  • Anjurkan menjalin hubungan yang memiliki kepentingan dan tujuan sama
  • Anjurkan penggunaan sumber spiritual, jika perlu
  • Anjurkan mengungkapkan perasaan dan persepsi
  • Anjurkan keluarga terlibat
  • Anjurkan membuat tujuan yang lebih spesifik
  • Ajarkan cara memecahkan masalah secara konstruktif
  • Latih penggunaan teknik relaksasi
  • Latih keterampilan sosial, sesuai kebutuhan
  • Latih mengembangkan penilaian obyektif
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi dengan layanan konseling atau kesehatan jiwa bila mekanisme koping tidak efektif

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi