D.0094 · Koping Defensif
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Status Koping (L.09086) · Ekspektasi: Membaik
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Kemampuan memenuhi peran sesuai usia | ↑ Meningkat |
| Perilaku koping adaptif & verbalisasi kemampuan mengatasi masalah | ↑ Meningkat |
| Verbalisasi pengakuan masalah | ↑ Meningkat |
| Verbalisasi kelemahan diri & perilaku asertif | ↑ Meningkat |
| Partisipasi sosial | ↑ Meningkat |
| Verbalisasi menyalahkan orang lain & rasionalisasi kegagalan | ↓ Menurun |
| Hipersensitif terhadap kritik | ↓ Menurun |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Status Koping (L.09086) membaik, dengan kriteria hasil: Kemampuan memenuhi peran sesuai usia meningkat, Perilaku koping adaptif & verbalisasi kemampuan mengatasi masalah meningkat, Verbalisasi pengakuan masalah meningkat, Verbalisasi kelemahan diri & perilaku asertif meningkat, Partisipasi sosial meningkat, Verbalisasi menyalahkan orang lain & rasionalisasi kegagalan menurun, Hipersensitif terhadap kritik menurun.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Promosi Harga Diri (I.09308)
Buka halaman intervensi I.09308 →
Definisi SIKI: Meningkatkan penilaian perasaan/persepsi terhadap diri sendiri atau kemampuan diri.
1. Observasi (O)
- Identifikasi budaya, agama, ras, jenis kelamin, dan usia terhadap harga diri
- Monitor verbalisasi yang merendahkan diri sendiri
- Monitor tingkat harga diri setiap waktu, sesuai kebutuhan
2. Terapeutik (T)
- Motivasi terlibat dalam verbalisasi positif untuk diri sendiri
- Motivasi menerima tantangan atau hal baru
- Diskusikan pernyataan tentang harga diri
- Diskusikan kepercayaan terhadap penilaian diri
- Diskusikan pengalaman yang meningkatkan harga diri
- Diskusikan persepsi pasien dan orang tua tentang harga diri
- Diskusikan alasan mengkritik diri atau rasa bersalah
- Diskusikan penetapan tujuan realistis untuk mencapai harga diri yang lebih tinggi
- Diskusikan bersama keluarga untuk menetapkan harapan dan batasan yang jelas
- Berikan umpan balik positif atas peningkatan mencapai tujuan
- Fasilitasi lingkungan dan aktivitas yang meningkatkan harga diri (berikan kegiatan yang sesuai kemampuan sehingga pasien mengalami keberhasilan)
3. Edukasi (E)
- Jelaskan kepada keluarga pentingnya dukungan dalam perkembangan konsep positif diri pasien
- Anjurkan mengidentifikasi kekuatan yang dimiliki
- Anjurkan mempertahankan kontak mata saat berkomunikasi dengan orang lain
- Anjurkan membuka diri terhadap kritik negatif
- Anjurkan mengevaluasi perilaku
- Ajarkan cara mengatasi bullying
- Latih peningkatan tanggung jawab untuk diri sendiri
- Latih pernyataan/kemampuan positif diri
- Latih cara berpikir dan berperilaku positif
- Latih meningkatkan kepercayaan pada kemampuan dalam menangani situasi
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi dengan psikolog atau perawat spesialis jiwa bila harga diri rendah kronis menetap
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.