D.0088 · Keputusasaan
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Harapan (L.09068) · Ekspektasi: Meningkat
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Keterlibatan dalam aktivitas perawatan | ↑ Meningkat |
| Selera makan, inisiatif, & komunikasi verbal | ↑ Meningkat |
| Verbalisasi keputusasaan | ↓ Menurun |
| Perilaku pasif & mengangkat bahu acuh tak acuh | ↓ Menurun |
| Afek datar, kurang kontak mata, & pola tidur | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Harapan (L.09068) meningkat, dengan kriteria hasil: Keterlibatan dalam aktivitas perawatan meningkat, Selera makan, inisiatif, & komunikasi verbal meningkat, Verbalisasi keputusasaan menurun, Perilaku pasif & mengangkat bahu acuh tak acuh menurun, Afek datar, kurang kontak mata, & pola tidur membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Promosi Harapan (I.09307)
Buka halaman intervensi I.09307 →
Definisi SIKI: Meningkatkan kepercayaan pada kapasitas untuk memulai dan mempertahankan tindakan serta keyakinan bahwa masih terdapat kemungkinan positif di masa depan.
1. Observasi (O)
- Identifikasi harapan pasien dan keluarga dalam pencapaian hidup
- Monitor adanya tanda keputusasaan (pasif, tidak ada kontak mata, mengangkat bahu, berkata "Tidak ada gunanya lagi")
2. Terapeutik (T)
- Sadarkan bahwa kondisi yang dialami memiliki nilai penting dan makna
- Pandu mengingat kembali kenangan yang menyenangkan dan keberhasilan melewati masa sulit di masa lalu
- Libatkan pasien secara aktif dalam perawatan diri dan pengambilan keputusan
- Kembangkan rencana perawatan yang melibatkan tingkat pencapaian tujuan sederhana sampai dengan kompleks (bantu mengubah harapan dari "sembuh total" menjadi harapan realistis seperti "bebas nyeri" atau "berkumpul hangat dengan keluarga" pada penyakit terminal)
- Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga terlibat dengan dukungan kelompok
- Ciptakan lingkungan yang memudahkan mempraktikkan kebutuhan spiritual
3. Edukasi (E)
- Anjurkan mengungkapkan perasaan terhadap kondisi dengan realistis
- Anjurkan mempertahankan hubungan terapeutik dengan orang yang dicintai
- Latih cara mengembangkan spiritualitas diri
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi dengan tim paliatif atau kesehatan jiwa untuk mengatasi sindrom keputusasaan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.