D.0083 · Gangguan Citra Tubuh
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Citra Tubuh (L.09067) · Ekspektasi: Meningkat
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Melihat bagian tubuh & menyentuh bagian tubuh | ↑ Meningkat |
| Verbalisasi kecacatan & kehilangan bagian tubuh | ↑ Meningkat |
| Verbalisasi perasaan negatif tentang perubahan tubuh | ↓ Menurun |
| Verbalisasi kekhawatiran pada penolakan/reaksi orang lain | ↓ Menurun |
| Menyembunyikan bagian tubuh berlebihan | ↓ Menurun |
| Respon nonverbal pada perubahan tubuh & hubungan sosial | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Citra Tubuh (L.09067) meningkat, dengan kriteria hasil: Melihat bagian tubuh & menyentuh bagian tubuh meningkat, Verbalisasi kecacatan & kehilangan bagian tubuh meningkat, Verbalisasi perasaan negatif tentang perubahan tubuh menurun, Verbalisasi kekhawatiran pada penolakan/reaksi orang lain menurun, Menyembunyikan bagian tubuh berlebihan menurun, Respon nonverbal pada perubahan tubuh & hubungan sosial membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Promosi Citra Tubuh (I.09305)
Buka halaman intervensi I.09305 →
Definisi SIKI: Meningkatkan perbaikan perubahan persepsi terhadap fisik pasien (mis. akibat amputasi, mastektomi, pembuatan stoma, luka bakar, jaringan parut, alopesia kemoterapi, atau kelumpuhan).
1. Observasi (O)
- Identifikasi harapan citra tubuh berdasarkan tahap perkembangan
- Identifikasi budaya, agama, jenis kelamin, dan umur terkait citra tubuh
- Identifikasi perubahan citra tubuh yang mengakibatkan isolasi sosial
- Monitor frekuensi pernyataan kritik terhadap diri sendiri
- Monitor apakah pasien bisa melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah
2. Terapeutik (T)
- Diskusikan perubahan tubuh dan fungsinya
- Diskusikan perbedaan penampilan fisik terhadap harga diri
- Diskusikan perubahan akibat pubertas, kehamilan, dan penuaan
- Diskusikan kondisi stres yang mempengaruhi citra tubuh (mis. luka, penyakit, pembedahan)
- Diskusikan cara mengembangkan harapan citra tubuh secara realistis
- Diskusikan persepsi pasien dan keluarga tentang perubahan citra tubuh
- Fasilitasi pasien melihat dan menyentuh bagian tubuh yang mengalami perubahan secara bertahap sesuai kesiapan emosionalnya
3. Edukasi (E)
- Jelaskan kepada keluarga tentang perawatan perubahan citra tubuh
- Anjurkan mengungkapkan gambaran diri terhadap citra tubuh
- Anjurkan menggunakan alat bantu kosmetik/rehabilitatif (mis. memakai wig/kerudung pada alopesia, prostesis payudara, prostesis tungkai, atau pakaian yang sesuai)
- Latih fungsi tubuh yang dimiliki (fokus pada bagian tubuh yang masih sehat dan berfungsi baik)
- Latih peningkatan penampilan diri (mis. berdandan, merapikan diri)
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi rujukan ke kelompok pendukung sebaya (mis. Reach to Recovery pada penyintas kanker payudara, klub ostomi) dan rehabilitasi medik
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.