D.0078 · Nyeri Kronis
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Tingkat Nyeri (L.08066) · Ekspektasi: Menurun
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Kemampuan menuntaskan aktivitas | ↑ Meningkat |
| Keluhan nyeri | ↓ Menurun |
| Meringis, sikap protektif, & gelisah | ↓ Menurun |
| Kesulitan tidur, menarik diri, & berfokus pada diri sendiri | ↓ Menurun |
| Diaforesis, perasaan depresi, & mual/muntah | ↓ Menurun |
| Frekuensi nadi, pola napas, TD, proses berpikir, & pola tidur | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Tingkat Nyeri (L.08066) menurun, dengan kriteria hasil: Kemampuan menuntaskan aktivitas meningkat, Keluhan nyeri menurun, Meringis, sikap protektif, & gelisah menurun, Kesulitan tidur, menarik diri, & berfokus pada diri sendiri menurun, Diaforesis, perasaan depresi, & mual/muntah menurun, Frekuensi nadi, pola napas, TD, proses berpikir, & pola tidur membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Nyeri (I.08238)
Buka halaman intervensi I.08238 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan atau fungsional dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat dan konstan.
1. Observasi (O)
- Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri (metode PQRST)
- Identifikasi skala nyeri (menggunakan Numeric Rating Scale 0–10, Wong-Baker FACES, FLACC pada anak, atau BPS/CPOT pada pasien kritis tidak sadar)
- Identifikasi respons nyeri non verbal
- Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri
- Identifikasi pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri
- Identifikasi pengaruh budaya terhadap respon nyeri
- Identifikasi pengaruh nyeri pada kualitas hidup
- Monitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah diberikan
- Monitor efek samping penggunaan analgetik
2. Terapeutik (T)
- Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (mis. TENS, hipnosis, akupresur, terapi musik, biofeedback, terapi pijat, aromaterapi, teknik imajinasi terbimbing, kompres hangat/dingin, terapi bermain)
- Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (mis. suhu ruangan, pencahayaan, kebisingan)
- Fasilitasi istirahat dan tidur
- Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam pemilihan strategi meredakan nyeri (nyeri nosiseptif somatik/viseral vs nyeri neuropatik)
3. Edukasi (E)
- Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri
- Jelaskan strategi meredakan nyeri
- Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri
- Anjurkan menggunakan analgetik secara tepat
- Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.