D.0071 · Pola Seksual Tidak Efektif
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Identitas Seksual (L.07056) · Ekspektasi: Membaik
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Penerimaan terhadap seksualitas diri | ↑ Meningkat |
| Kenyamanan terhadap peran gender | ↑ Meningkat |
| Konflik nilai personal tentang seksualitas | ↓ Menurun |
| Distres terkait orientasi seksual | ↓ Menurun |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Identitas Seksual (L.07056) membaik, dengan kriteria hasil: Penerimaan terhadap seksualitas diri meningkat, Kenyamanan terhadap peran gender meningkat, Konflik nilai personal tentang seksualitas menurun, Distres terkait orientasi seksual menurun.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Konseling Seksualitas (I.07214)
Buka halaman intervensi I.07214 →
Definisi SIKI: Memberikan bimbingan terapeutik untuk membantu pasien dan pasangan mengatasi gangguan fungsi seksual atau adaptasi seksual akibat penyakit, medikasi, maupun pembedahan.
1. Observasi (O)
- Identifikasi tingkat pengetahuan, masalah sistem tubuh, dan faktor penyebab disfungsi seksual
- Identifikasi waktu terjadinya disfungsi seksual dan kemungkinan hubungan dengan penyakit/pengobatan
- Monitor stres, kecemasan, depresi, dan citra tubuh yang mengganggu kepuasan seksual
2. Terapeutik (T)
- Fasilitasi komunikasi antara pasien dan pasangan mengenai kebutuhan serta kekhawatiran seksual mereka
- Berikan privasi dan jaminan kerahasiaan penuh selama sesi konseling (gunakan pendekatan model PLISSIT: Permission, Limited Information, Specific Suggestions, Intensive Therapy)
- Gunakan humor dan dorong pasien untuk mengungkapkan ketakutan serta mengajukan pertanyaan
- Diskusikan efek penyakit, kondisi kesehatan, dan obat-obatan (mis. antihipertensi penyekat beta, antidepresan SSRI, kemoterapi) terhadap seksualitas
3. Edukasi (E)
- Jelaskan modifikasi aktivitas seksual yang aman (mis. alternatif ekspresi keintiman melalui sentuhan/kasih sayang, penggunaan pelumas berbahan dasar air pada kekeringan vagina, atau pemilihan posisi yang tidak membebani fisik/luka operasi)
- Anjurkan pasien tidak menghentikan obat medis secara sepihak akibat efek samping seksual
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi dengan dokter untuk evaluasi penyesuaian regimen obat atau rujukan ke seksolog/terapis perkawinan
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.